Gus Jazil: Presiden Jokowi Superoptimistis

Jumat, 14 Agustus 2020 – 18:44 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Jazilul Fawaid atau Gus Jazil. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid atau Gus Jazil menilai RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan, yang disampaikan Presiden Jokowi menunjukkan sikap yang superoptimistis.  

"Hanya satu kata, presiden superoptimistis," tegas Gus Jazil usai Jokowi berpidato soal RUU APBN 2021 dan Nota Keuangannya di Sidang Paripurna DPR, Jumat (14/8), di Kompleks Parlemen, Jakarta.

BACA JUGA: GBB Bangun Jaringan Wifi di Ribuan Titik, Gus Jazil: Langkah Konkret Bantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi

Jadi, Gus Jazil menyimpulkan nota keuangan ini menunjukkan presiden dan seluruh jajarannya optimistis pada 2021.

"Soal pertumbuhan juga superoptimistis," tegasnya.

BACA JUGA: Detik-Detik Drama Menegangkan Begal Sadis Tembak Kanit Pidum Polres OKI

Oleh karena itu, Gus Jazil meyakini Presiden Jokowi akan melakukan langkah-langkah yang tidak biasa atau extraordinary.

"Yang ruwet-ruwet, yang muter-muter harus dibikin lebih cepat, itu pesan presiden di pidato kenegaraan yang tadi disampaikan," katanya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Apresiasi Program “MPR Peduli Melawan Covid-19”

Gus Jazil berharap, Presiden Jokowi dan jajarannya serta seluruh rakyat Indonesia sanggup mengatasi Covid-19, dengan cara kebangkitan baru.

"Kebangkitan baru dengan cara mengubah cara pandang kita, meng-instal, me-restart kekuatan kita, yang justru dimulai dari krisis yang ada ini," jelasnya.

Menurut dia, dalam pidato kenegaraan, Presiden Jokowi mengajak semua elemen bangsa untuk menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai momentum kebangkitan baru, melakukan lompatan besar dengan membenahi diri secara fundamental.

"Disampaikan bahwa kita semua harus menjadikan momentum krisis ini, sebagai bagian untuk melakukan lompatan besar," katanya.

Presiden juga mengatakan bahwa keadaan seperti ini diibaratkan dengan komputer yang terhenti.

Ibaratnya negara dunia, termasuk Indonesia yang kena pandemi virus corona, membuat sistem ekonomi, sosial, pendidikan, pola-pola hubungan sosial itu berubah.

"Makanya momen ini ibarat komputer untuk me-restart ulang," ujarnya.

Jadi, ia menegaskan Indonesia harus me-restart ulang program kebijakan, baik itu yang terkait kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya yang konkret.

"Salah satunya ialah tidak boleh bahwa di 2021 ini harus diperkuat ketahanan pangan nasional, dengan menyiapkan stok makanan, menjamin mata rantai pasokan dari hilir sampai produk-produk makanan food estate dan lain-lainnya," katanya. (boy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler