Gus Jazil: Santri Harus Kuasai Iptek Agar Jadi Pelopor Perubahan

Jumat, 23 Oktober 2020 – 17:57 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid di di Rumah Rahlia, Kota Depok, Kamis (22/10). Foto Humas MPR for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengajak para santri untuk menggelorakan semangat Resolusi Jihad dalam mengisi kemerdekaan. Namun, konteksnya tidak lagi melawan penjajah melainkan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Gus Jazil -panggilan Jazilul mengatakan semangat Resolusi Jihad perlu ditanamkan kepada santri untuk belajar tekun dan bersungguh-sungguh menguasai Iptek

BACA JUGA: Bamsoet: Pulau Jawa Patut Diprioritaskan untuk Vaksinasi Covid-19

"Menguasai Iptek inilah yang akan mengubah hidup dan kehidupan kita. Pastinya perubahan yang kita inginkan adalah menuju kebaikan. Untuk itu wahai para santri, rajinlah kalian untuk menuntut ilmu," ucap Gus Jazil.

Seruan ini disampaikannya saat memperingati Hari Santri Nasional di Rumah Rahlia, Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10).

BACA JUGA: Peringati Hari Santri Nasional, Mas Ibas Bagikan Wifi Gratis

Pertemuan yang mengusung tema bertema 'Kebangkitan Santri Dalam Mengawal Perubahan Dengan Nilai Kemandirian' itu dihadiri sekitar 200 orang peserta yang terdiri dari para ulama, seniman, budayawan, santri, alumni santri, IPNU, IPPNU, GP Ansor, dan Banser.

Selain GUs Jazil,  hadir juga Pembina Rumah Dahlia Yusra Amir, Pendiri Marjinal Muhamad Isrofil, Pendiri Rumah Rahlia Indonesia Mansyur Alfarisy, Pembina Tasawuf Underground KH Halim, Pimpinan Pondok Pesantren Al Kharimiyah KH Ahmad Damanhuri serta Pimpinan Pondok Pesantren Al Azis KH Robin.

BACA JUGA: Prof Jimly Asshiddiqie: Ini Peluang Emas Indonesia Untuk Menekan AS

Gus Jazil berpesan tentang pentingnya bagi santri menguasai Iptek. Dia bahkan menyitir pesan KH Hasyim Asy'ari yang berbunyi; hendaklah segera kita menuntut ilmu dan jangan terpedaya untuk menunda-nunda dan berangan-angan panjang waktu yang tak akan kembali.

"Nah, kebiasaan kita kan mengatakan tarsok-tarsok (entar dan besok)," ucap Gus Jazil.

Sebaliknya, waketum PKB ini mendorong agar santri bersegera bila ingin menuntut ilmu. Dia tidak ingin santri ketinggalan zaman dan terpedaya oleh tontotan yang tidak bermanfaat.

"Santri harus jadi pelopor. Dengan menguasai Iptek maka santri tidak berada pada kelompok pinggiran. Santri dididik untuk mandiri," tegas pimpinan MPR asal Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini.

Pada kesempatan itu GUs Jazil juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri dilaksanakan di seluruh Tanah Air. Di Malang, ditandai dengan peluncuran santrinet.

"Perayaan dilakukan secara sederhana sebab masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Allhamdulillah para peserta khususnya para santri antusias mengikuti dan ingin menjadikan Hari Santri menjadi pemicu semangat kebangkitan,” tambahnya.(jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler