Gus Mis Berunding dengan Tunisia, Harap Janji Perdagangan dengan Indonesia Segera Terlaksana

Rabu, 25 Mei 2022 – 20:57 WIB
Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi bersama Pemerintah Tunisia berunding di kantor Kementerian Perdagangan, Tunisia, Rabu (25/5). Foto: Kedubes RI untuk Tunisia

jpnn.com, TUNIS - Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi mendorong kerja sama Indonesia dengan Tunisia kembali berjalan.

Kerja sama antardua negara selama ini sempat terkendala karena pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Jamu Kontingen Federasi Kempo, Gus Mis Merasa Bangga dengan Atlet Indonesia

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Mis itu dalam perundingan kerja sama kedua negara (Prefential Trade Agreement) yang digelar di kantor Kementerian Perdagangan, Tunisia, Rabu (25/5).

Gus Mis mengingatkan hubungan bilateral antara Indonesia-Tunisia sudah berlangsung lama sejak era Soekarno dan Habib Bourgaiba.

BACA JUGA: Demi Gelorakan Pancasila dan Indonesia, Zuhairi Gandeng Lembaga Top di Tunisia

"Indonesia-Tunisia mempunyai sejarah yang dapat dijadikan kekuatan untuk mempererat hubungan dalam berbagai bidang, khususnya kerjasama dalam perdagangan," kata dia.

Politikus PDI Perjuangan itu menerangkan kesepakatan kerja sama perdagangan (PTA) di antara kedua negara sudah dimulai sejak 2018.

BACA JUGA: Zuhairi Ingin Pikiran Gus Dur Digelorakan di Tunisia

Namun, lanjut Gus Mis, Covid-19 membuat perundingan sempat terhenti.

"Alhamdulillah, sekarang kami bisa memulai perundingan kembali. Indonesia dan Tunisia sama-sama mempunyai keinginan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan, sehingga dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi kedua negara," kata dia.

Cendikiawan NU itu menerangkan ada ratusan item kerja sama perdagangan yang harusnya berjalan dan saling menguntungkan kedua negara. Antara lain furnitur, CPO, tekstil, kurma, perikanan, dan pertanian.

Oleh karena itu, Gus Mis menyampaikan perlunya sebuah komitmen yang kuat agar PTA segera disepakati. Sebab, dalam diplomasi dan hubungan bilateral di antara kedua negara, diperlukan sebuah prinsip, yaitu saling menghormati dan saling menguntungkan.

"Saya akan berupaya PTA antara Indonesia-Tunisia segera disepakati. Kami harus optimistis bahwa modal sejarah, persahabatan antara Soekarno dan Habib Bourgaiba dapat mengispirasi kami semua dan memperkuat kerja sama dalam perdagangan di antara kedua negara," pungkasnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dubes Zuhairi Sebut Kebijakan Indonesia Mulai Dikaji di Tunisia


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler