Demi Gelorakan Pancasila dan Indonesia, Zuhairi Gandeng Lembaga Top di Tunisia

Selasa, 12 April 2022 – 19:25 WIB
Duta Besar Tunisia untuk RI Zuhairi Misrawi berdialog bersama Ketua Baitul Hikmah Mahmud Ramadhan. Foto: Dokpri

jpnn.com, TUNIS - Duta Besar Tunisia untuk RI Zuhairi Misrawi menggandeng lembaga kajian ternama Tunisia, Baitul Hikmah untuk meneliti tentang Islam Indonesia dan Pancasila.

Kerja sama itu diambil setelah pria yang akrab Gus Mis berdialog dengan Ketua Baitul Hikmah Mahmud Ramadhan.

BACA JUGA: Lantik PCIM Tunisia, Gus Mis Sanjung Jasa Muhammadiyah Bagi Indonesia

Pada kesempatan itu, Gus Mis didampingi Fungsi Politik dan Pensosbud KBRI Tunisia Faraiditto Suharyono, sedangkan Mahmud ditemani Monchef Abdul Jalil.

"Islam ala Indonesia dan Pancasila mulai menarik perhatian para pemikir di Tunisia. Mereka mengapresiasi ekspresi keislaman dan tegaknya Pancasila sebagai falsafah yang menjadikan Indonesia kokoh di tengah kebinekaan dan infiltrasi ideologi transnasional," kata Gus Mis dalam siaran pers, Selasa (12/4).

BACA JUGA: Gus Mis Ajak Pengusaha Tunisia Bangun Pabrik Kurma di Indonesia

Politikus PDI Perjuangan itu menerangkan inisiatif tersebut muncul dari para pemikir Tunisia yang mulai mengkaji perkembangan Islam ala Indonesia yang mampu melahirkan keberagamaan yang toleran dan moderat, serta berpartisipasi dalam membumikan Pancasila.

"Saya sendiri dari awal mempunyai visi dan misi untuk mengenalkan Islam Indonesia dan Pancasila di Tunisia dan kawasan Timur-Tengah, tetapi rupanya para pemikir Tunisia mempunyai keinginan dan minat yang sama. Ini dapat disebut gayung bersambut, karena kami bisa berperan lebih pada tataran global," ujar dia.

BACA JUGA: Promosikan Budaya Indonesia, Gus Mis Angkat Dangdut hingga Angklung

Para pemikir Tunisia mulai tertarik dengan Indonesia setelah mengenal pemikiran para cendekiawan muslim di tanah air, seperti Nurcholish Madjid, Buya Hamka, Abdurrahman Wahid, dan lain-lain.

"KBRI Tunis sudah menerjemahkan karya Buya Hamka dan Nurcholish Madjid ke dalam bahasa Arab. Selanjutnya kami akan menerjemahkan buku Bung Karno, Buya Syafii Maarif, Gus Dur, dan lain-lain, sehingga pemikiran keislaman ala Indonesia mulai dikenal luas," ujar cendekiawan Nahdlatul Ulama itu.

Menurut Gus Mis, intelek Tunisia menarik untuk meneliti bagaimana Pancasila menjadi kekuatan Indonesia.

"Sebab itu, perlu kajian yang mendalam tentang Pancasila, baik sebagai bahan kajian maupun upaya mengambil pelajaran dari Pancasila dalam rangka membangun negara yang berdaulat, adil, dan makmur," pungkas dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet dan Yoseph Umarhadi Bakal Luncurkan Buku Hakikat Manusia Pancasila


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler