Habib Rizieq: Setop Kriminalisasi Ulama

Minggu, 12 Februari 2017 – 06:15 WIB
Ribuan umat muslim memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/2), untuk melakukan Aksi 112 diawali dengan ibadah sholat subuh berjamah serta tabligh akbar, dzikir dan do'a bersama.FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

jpnn.com - jpnn.com - Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Syihab meminta umat Islam tidak tercerai berai untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Nuansa sejuk setiap aksi yang dimotori GNPF MUI dan forum umat Islam mesti dijaga.

BACA JUGA: Pesan Menyejukkan Bachtiar Nasir

”Kami ingin sampaikan kepada semua pihak, aksi kami jangan dimaknai aksi makar, aksi anti toleransi, aksi anti kebhinekaan. Kami bukan musuh bangsa,” ujarnya usai zikir bersama di Masjid Istiqlal Jakarta kemarin (11/2).

Pihaknya pun siap melakukan dialog dengan pemerintah terkait permasalahan bangsa saat ini. Dialog itu juga untuk memastikan tidak ada niat makar di setiap aksi umat Islam.

BACA JUGA: Hayo Ngaku, Siapa Melemparkan Molotov Jelang Aksi 112?

Baik itu aksi 4 November (411), 2 Desember (212) dan terakhir 11 Februari (112).

”Dialog sudah dibuka dan akan dilanjutkan. Musuh-musuh yang mengadu domba akan keluar dari kandangnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Hamdalah, Kekhawatiran Polri soal Aksi 112 Tak Terbukti

Rizieq pun meminta tidak ada lagi kriminalisasi ulama seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. Sebab, bila kemarahan umat Islam sudah meledak, akan sulit untuk diberikan pengertian.

”Setop kriminalisasi ulama, setop fitnah-fitnah ulama,” imbuh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

”Kami minta umat Islam untuk tetap menahan diri, jangan sampai terprovokasi,” ucapnya. (tyo/byu)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jurnalis Dianiaya saat Aksi 112, Polda: Kami Selesaikan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler