Habibie Berencana Bangun Pabrik Pesawat R80 di Batam

Selasa, 30 April 2019 – 21:57 WIB
Presiden Ketiga Indonesia, Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie saat berkunjung ke Batam, Kepri, Senin (29/4). Foto: batampos/jpg

jpnn.com, BATAM - Presiden Ketiga Indonesia, Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie terakhir menjabat sebagai Kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam, red) 21 tahun lalu.

Namun, kontribusi pemikirannya untuk memajukan Batam hingga kini masih bisa dilihat dalam proyek properti prestisius, Megablock Meisterstadt yang digarapnya bersama dengan pengembang Pollux Property.

BACA JUGA: BJ Habibie Doakan Ani Yudhoyono Cepat Sembuh

Bahkan, anaknya, Ilham Habibie juga mengukuhkan sumbangan pemikiran dari Dinasti Habibie kepada Batam. Caranya dengan berencana membangun pabrik pembuatan pesawat R80 di Bandara Hang Nadim, Batam.

"Kami baru liat tanahnya di Batam. Kira-kira nanti luasnya butuh 60 hektar lebih. Tapi, untuk sekarang masih terlalu dini. Kami belum ada gambaran, masih nol besar. Ini semua masih dimulai dengan perencanaan dan untuk buat pesawat masih lama, mesti bangun pabriknya dulu," kata Ilham Habibie yang merupakan komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) usai peluncuran tower terbaru proyek Meisterstadt, Batam, Senin (29/4).

BACA JUGA: BJ Habibie Resmikan Gedung Pencakar Langit di Batam

Baca juga: BJ Habibie Resmikan Gedung Pencakar Langit di Batam

Pesawat yang akan dibuat berjenis R80 yang dirancang oleh ayahnya sendiri, BJ Habibie. Menurut Ilham, R80 sangat laris manis di pasaran, meskipun belum rampung dikerjakan. Hingga November 2018 lalu, pesanan yang sudah masuk mencapai 155 unit, terdiri dari pesanan dari Nam Air sebanyak 100 unit, pesanan dari Kalstar sebanyak 25 unit, Trigana Air sebanyak 20 unit dan Aviastar sebanyak 10 unit.

BACA JUGA: Cari Masukan, PPP Temui Pak BJ Habibie

Mengapa pilihannya jatuh ke Batam. Habibie mengatakan bahwa Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang banyak, terutama di area Bandara Hang Nadim. "Kalau mau buat pesawat harus di lapangan udara karena butuh landasan. Di Batam, karena ketersediaan lahan. Di tempat lain susah contohnya di Kertajati. Prosesnya panjang sekali karena lahan banyak yang di tangan masyarakat. Sebelum ke proyek Meisterstadt, BJ Habibie dan Ilham Habibie meninjau industri Maintenance Repair & Overhaul (MRO) di Bandara Hang Nadim.

Meskipun begitu, untuk tahapan pembuatan prototype masih akan dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Menurut Ilham, pengembangan industri masih harus menjadi barometer utama pertumbuhan ekonomi di Batam. "Saya kira pengembangannya tetap bagus, meskipun banyak hal harus dibenahi. Sekarang masih dibawah pertumbuhan nasional, tapi jika industri oke kembali, maka nanti bisa diatas pertumbuhan nasional, " ucapnya.

Saat ini, perekonomian Batam tertolong oleh tingginya tingkat konsumsi, terutama pola belanja konsumtif dari wiasatawan mancenegara. Dia memprediksi saat ini, tingkat konsumsi tinggi akan membantu, tapi dalam jangka panjang tidak akan cukup berkontribusi lagi.

"Menurut saya, Batam tekankanlah industri, karena merupakan tempat orang bekerja di masa mendatang. Tak semua orang di sektor jasa nanti. Saya kira industri harus dikembangkan seperti MRO, dirgantara, produk migas, galangan kapal dan elektronik masih ada tempat di Batam. Tapi juga disesuaikan dengan kondisi teknologi saat ini sehingga perlu pendidikan. Ini tugas dari pemerintah dan BP Batam untuk mengurusnya," ucapnya.

Sedangkan ayahnya, BJ Habibie mengatakan bahwa Batam harus lebih memperluas jaringan di era globalisasi saat ini. "Di zaman globalisasi, kita tak bisa sendiri. Sudah jauh-jauh hari sejak 25 tahun kita mulai proyeksi ke arah situ. Dan sekarang Batam sudah lumayan lah," katanya.

Baca Juga: Habibie Bangun Gedung Tertinggi di Batam dan Singapura

Dia menyarankan bahwa lebih Batam kembali fitrahnya seperti di awal pembentukannya. Dengan kata lain, Batam butuh lebih banyak industri, tapi yang berteknologi tinggi dan mampu menambah daya saing serta transfer ilmu ke penduduk lokal.

"Kuncinya yakni SDM yang renewable dan ilmu pengetahuan. Lalu back to basic,transparan juga. Ketika menciptakan lapangan pekerjaan, harus matang-matang dipikirkan. Maka saya datang kemarin putuskan industri dirgantara akan dipusatkan di Batam," paparnya.

Namun, untuk mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan, ia meminta agar pemerintah menyediakan sarana dan prasarana serta vokasi bagi SDM agar industri bisa terus berkembang. (leo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Habibie & Ainun 3 Jadi Film Terakhir Maudy Ayunda?


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler