Habiburokhman Interupsi, Terdengar Wanita Bilang Sayang, Hmm

Rabu, 24 Agustus 2022 – 22:16 WIB
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto saat memimpin RDP dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8). Tangkapan layar dari YouTube akun DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Suara "sayang" terdengar ketika Komisi III hendak menyusun kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Awalnya, seorang notulen menyebut kesimpulan poin kedua RDP yang membahas kasus penembakan terhadap Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang berbunyi desakan dari Komisi III kepada Jenderal Sigit untuk perbaikan sistem di Polri.

BACA JUGA: DPR Ingatkan Kapolri Jangan Ada yang Diselamatkan dalam Kasus Ferdy Sambo

"Komisi III DPR RI mendesak Kapolri untuk melakukan perbaikan sistem di lingkungan Polri secara terencana, terukur, objektif, prosedural, dan akuntabel dalam hal sistem rekrutmen, promosi, dan demosi," ungkap notulen dalam RDP.

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi atau Habib Aboe terdengar menyeletuk mendengar ucapan notulen yang berisi desakan perbaikan sistem di Polri.

BACA JUGA: Pria Ini Ingatkan Kapolri, Jangan Kena Prank Ferdy Sambo Kedua Kali

"Enggak perlu didesak, sudah sadar dia (Kapolri, red)," ucap Habib Aboe dalam RDP, Rabu.

Ketua Komisi III DPR RI sekaligus pimpinan RDP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mengatakan poin kedua sebenarnya penting demi menjawab reformasi di tubuh Polri.

BACA JUGA: Massa Geruduk DPR, Dukung Kapolri Singkirkan Benalu di Internal Kepolisian

"Ini kaitan dengan pil pahit," ujar legislator Fraksi PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman lantas meminta izin interupsi dan diberikan kesempatan oleh Bambang Pacul.

Menurut dia, kesimpulan poin kedua sebaiknya perlu ditempatkan tentang desakan Komisi III kepada Jenderal Sigit untuk menuntaskan penyakit masyarakat (pekat).

Habiburokhman mengatakan Jenderal Sigit menaruh perhatian terhadap pekat seusai muncul kasus penembakan terhadap Brigadir J yang disertai dengan narasi perjudian.

"Soal pekat dan di rapat tadi kita bahas soal pekat. Maksudnya di sini apakah bagaimana begitu," kata legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Jelang Habiburrahman menyampaikan pandangan, terdengar suara perempuan mengucap "sayang" dari mik dan terdengar hingga seisi ruang RDP.

Selanjutnya, terdengar tawa dari peserta RDP. Sayup-sayup beberapa peserta ada yang mengucap kacau dan lainnya mengatakan aduh.

Habiburokhman sampai memberikan klarifikasi usai muncul suara "sayang" dari sebuah mik di RDP.

"Maaf, itu bukan dari ponsel saya itu," ujar dia, lalu disambut tawa peserta RDP.

Seseorang legislator Komisi III menyeletuk sembari bercanda akan melaporkan temuan "sayang" di RDP ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Ini kita laporkan ke MKD ini," ujar seorang legislator.

Bambang Pacul kemudian berupaya menenangkan suasana usai muncul suara "sayang" di RDP.

"Sebentar, tenang dahulu. Ini interupsi yang bikin ketawa. Jadi, mohon dimaafkan, karena interupsi yang secara tiba-tiba membuat hati berdebar-debar. Adinda Habib (Habiburokhman, red)," ujar Ketua DPP PDIP itu. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Hadapan Kapolri, Romo Anggap Satgas Merah Putih Bentukan Jenderal Tito Banyak Mudarat


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler