Habis Rp 2,1 Miliar untuk Cindera Mata PON

Kamis, 15 September 2016 – 17:43 WIB

jpnn.com - BANDUNG - Panitia Besar (PB) Pekan Olah raga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat menganggarkan Rp 2,1 miliar untuk menyediakan cindera mata resmi PON. Pembuatan pernak-pernik seputar ajang ini diklaim melibatkan banyak pelaku usaha kecil menengah.

Ketua Bidang Promosi, Dana, dan Usaha PB PON 2016 Hening Widiatmoko mengatakan, pihaknya memasarkan 12 jenis merchandise resmi PON seperti kaos, topi, dan boneka. Cindera mata tersebut dikerjakan oleh sekitar 30 perajin.

BACA JUGA: Menpora Resmikan GOR Jaya Raya

Selain itu, pihaknya pun menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jabar dalam mengerjakan proyek senilai Rp 2,1 miliar ini. "Kami tidak tahu jumlahnya (seluruh pernak-pernik) berapa, namun yang pasti nilainya Rp 2,1 miliar (rupiah)," kata Hening usai menghadiri penandatanganan kerja sama penerbitan uang elektronik edisi PON 2016 dengan enam bank serta konferensi pers terkait Pameran PON XIX/2016 sebagai upaya mewujudkan sukses ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, merchandise ini akan disebarkan ke seluruh kabupaten/kota di Jabar khususnya yang menjadi tuan rumah pertandingan. "Nanti akan ada pameran-pameran di pusat kota, venue, dan hotel tempat kontingen menginap," katanya.

BACA JUGA: Giliran Atlet Karate Terima Penghargaan dari Indosat Ooredoo

Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Netty Prasetiyani Heryawan menyambut baik upaya ini. Dalam menggarap ini, kata dia, pihaknya memastikan keterlibatan pelaku UMKM asal Jabar.

Bahkan, UMKM tersebut merupakan pelaku usaha yang sangat memerlukan perhatian pemerintah karena baru merintis. Hal inipun dilakukan untuk pemerataan di setiap daerah.

BACA JUGA: Jelang Lawan Australia, Timnas U-19 Mantapkan Taktik dan Strategi

"Demi azas pemerataan. (Merchandise) ini berasal dari seluruh kabupaten/kota, seperti dompet dari Bogor, boneka dari Bekasi. Tapi Dekranasda tidak terlibat dalam penetapan jumlah dan harga," kata Netty di tempat yang sama.

Netty menyebut, pameran tersebut akan digelar pada 16-25 September dan dibagi ke dalam dua tahap. "Seperti di Gor Bima Cirebon, Gedung Sate, alun-alun di setiap daerah," katanya.

Selain itu, pameran ini akan dilakukan juga di sejumlah venue dan 10 hotel yang paling banyak dihuni kontingen. Seluruh hotel tersebut berada di kawasan Bandung Raya seperti hotel Ibis, Sutan Raja, Jayakarta, dan Aquilla.

Netty menyebut, pameran inipun akan melibatkan sedikitnya 284 perajin dari setiap kabupaten/kota. "Diharapkan melibatkan 1.136 pekerja, yang betul-betul menyemarakan denyut perekenomian Jabar dengan adanya PON ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, diterbitkan juga 7.200 kartu uang elektronik yang berasal dari bank bjb serta lima bank nasional seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Kartu uang elektronik tersebut akan diterbitkan dengan corak PON 2016 Jabar.

Kartu elektronik ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada setiap kontingen. Ketua Umum PB PON yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, hal ini merupakan terobosan yang dilakukan pihaknya.

Dengan uang elektronik ini, Heryawan berharap transaksi di Jabar bisa meningkat. Selain itu, inipun diharapkan bisa meningkatkan penggunaan uang elektronik di masyarakat.

"Membawa barang berharga itu bermasalah, rawan kalau ada apa-apa. Orang ingin berbuat buruk, kalau uang cash rawan," katanya di tempat yang sama.

Dengan penggunaan uang elektronik inipun, menurutnya akan meminimalisasi penyimpangan keuangan di masyarakat. "Kasir-kasir tidak akan memberi uang kembalian dengan permen, karena uangnya pas. Juga akan menekan perilaku koruptif," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, ke depan perlu ditambah lebih banyak gerai yang bisa menerima transaksi dengan uang elektronik. "Ke depan kalau perlu di Jabar outlet-outlet perbelanjaan hanya melayani e-money," pungkasnya. (agp/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ‎Dua Hal yang Harus Disiapkan Garuda Muda Lawan Australia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler