Hadir di Diskusi, Menteri Bahlil Puji PKB sebagai Fraksi yang Berinovasi 

Rabu, 30 Maret 2022 – 22:55 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memuji Fraksi PKB. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia menyambut positif pelaksanaan diskusi publik yang diinisiasi Fraksi PKB dengan mengangkat tema ‘Menangkap Peluang Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi’ di ruang rapat Delegasi Nusantara V, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3).

Bahlil menilai diskusi tersebut sangat strategis dan menunjukkan bahwa Fraksi PKB selalu berinovasi dan berevolusi.

BACA JUGA: Harumkan Nama Indonesia, Pengusaha Tunisia Ini Dapat Penghargaan dari Gus Dubes

"Selalu berinovasi dan berevolusi terus untuk bagaimana menyampaikan tentang kondisi kekinian dan apa yang dilakukan ke depan dengan strategi dan saya pikir ini sesuatu yang bagus kalau dilakukan secara rutin,” kata Bahlil dalam keterangan pers DPP PKB, Rabu.

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subhi, Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmojo, hingga Ketua Komtap Bidang Pengembangan Investasi Daerah Reza Maspaitella.

BACA JUGA: Bea Cukai Dorong Peningkatan Ekspor Produk Daerah untuk Pulihkan Ekonomi

Cucun mengatakan bahwa Indonesia perlu bekerja keras demi memaksimalkan kebangkitan ekonomi pascapandemi. Terutama, demi penguatan PDB Indonesia. 

"Dengan begitu apa yang kita harapkan, Indonesia salah satu negara yang energi market terdepan dibanding dengan negara-negara lain," tutur anggota Komisi III DPR RI itu.

BACA JUGA: Bea Cukai Tingkatkan Pengawasan dan Pelayanan lewat Program CVC

Menurut Cucun, tantangan bagi Indonesia ke depan tidak mudah.

Terlebih lagi, semua negara berupaya mengendalikan inflasi karena faktor komoditas menyusul eskalasi Rusia-Ukraina. 

"Ini bukan waktu yang sangat cepat untuk diselesaikan dan dampaknya sudah dirasakan di energi, terutama di sektor migas,” urai Cucun.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subhi menyebut ada dua isu besar membangkitkan ekonomi Indonesia, yaitu investasi dan pertumbuhan. 

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tanpa keterlibatan swasta yang besar, progresnya terlalu lambat.

“Jadi, swasta harus dikasih porsi yang besar dan ini saya kira sesuai atau paralel dengan Presiden Pak Jokowi berkali-kali meminta swasta untuk terlibat secara aktif,” ujar Fathan. 

Dirinya menyatakan sektor swasta sebaiknya dikasih ruang yang besar, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh hingga delapan persen. 

“Jadi jangan sedikit-sedikit pelat merah dan pelat merah, karena sesungguhnya APBN itu hanya Rp 2300 Triliun, potensi swasta, potensinya luar biasa sekali besarnya ego sektornya kita harus dorong terus, kita kasih ruang-ruang untuk optimalisasi,” beber Fathan.(mcr10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembangunan Sumedang Terbaik se-Jabar meski Dihantam Pandemi Covid-19


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler