Hadiri Natalan di DPR, Akom Tegaskan Komitmen Tolak Intoleransi

Jumat, 29 Januari 2016 – 05:07 WIB
Ketua DPR Ade Komarudin (kiri) bersama Ketua DPD Irman Gusman dan Ketua Panitia Natal Bersama, Maruarar Sirait di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1) malam. Foto: dpr.go.id

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan, lembaga yang kini dipimpinnya sudah semestinya bisa menjadi model bagi kebersamaan dan toleransi. Akom -sapaannya- bahkan mengaku siap mendorong agar kompleks parlemen tidak hanya punya masjid, tapi juga tempat ibadah bagi umat agama lain.

Akom menyampaikan pernyataannya saat memberikan sambutan perayaan Natal Bersama MPR, DPR dan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (28/1) malam. Sebelumnya, Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama DPR, Maruarar Sirait memang melontarkan gagasan agar di kompleks parlemen juga dibangun gereja dan tempat ibadat umat agama lain.

BACA JUGA: RJ Lino Siap Hadapi KPK

Menurut Akom, dirinya sebagai ketua DPR punya kewajiban mengawal tegaknya konstitusi, termasuk dalam hal kebebasan beragama dan menjalankan peribadatan. Sebagai murid tokoh besar Nurcholis Madjid, Akom menegaskan bahwa dirinya juga diajari tentang perbandingan agama dan kebersamaan.

“Bang Ara (Maruarar, red), jangan tanya komitmen saya. Saya alumnus HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, red), didikan Nurcholish Madjid. Saya jurusan perbandingan agama. Tak usah diragukan,” katanya.

BACA JUGA: Wagub AAL Tinjau Kesiapan Kapal Latih Taruna

Politikus Golkar itu menambahkan, amanat konstitusi untuk menjamin kebebasan dalam beragama dan menjalankan peribadatan sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Karenanya Akom menganggap gagasan agar kompleks parlemen punya tempat ibadat bagi selain muslim merupakan hal lumrah.

“Jangan hanya gereja, wihara, lenteng. Kebersamaan dan toleransi ini kita jaga demi persatuan nasional. Intoleransi tak bisa hidup di negara ini. Ini amanat konstitusi kita, jadi tak bisa kita debatkan lagi,” tegasnya.

BACA JUGA: Lanal Lhokseumawe Laksanakan SAR Kapal Hilang

Akom lantas menceritakan pengalamannya ketika pertama kali menjadi anggota DPR pada 1997. Kala itu, Akom yang sebelumnya lebih dikenal sebagai aktivis HMI justru mendapat gemblengan dari Sabam Sirait, politikus dari PDI yang juga ayah kandung Maruarar.

Akom pun kini bersahabat dengan Maruarar. Ia menegaskan bahwa persahabatan tidak dibatasi oleh perbedaan agama atau pun pilihan politik.

Bahkan Akom langsung mengiyakan ketika didatangi Maruarar untuk hadir pada perayaan Natal Bersama DPR 2015. “Beberapa pekan lalu, beliau (Maruarar, red) menemui saya ke rumah. Dini hari. Kami sama-sama aktivis, biasa main siang dan malam, tapi untuk negara,” tegasnya.(ara/JPNN)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puspen TNI Terima Piagam Penghargaan Elshinta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler