Hadiri Seminar di Malaysia, Bu Mega Mengutip Annisa

Selasa, 14 Maret 2017 – 18:01 WIB
Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara pada seminar Kerja Sama Wilayah ASEAN bertema 'Hentikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak-Anak' di Putra Wolrd Trade Centre Kuala Lumpur, Selasa (14/3). Foto: DPP PDIP for JPNN.Com

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Presiden Republik Indonesia Kelima Megawati Soekarnoputri tampil sebagai pembicara seminar Kerja Sama Wilayah ASEAN di Putra Wolrd Trade Centre Kuala Lumpur, Selasa (14/3).

Megawati dalam pidatonya di seminar bertema Hentikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak-Anak itu mengutip ayat dalam Alquran tentang posisi kaum perempuan. Yang dikutip ketua umum PDI Perjuangan itu adalah Surah Annisa ayat (1).

BACA JUGA: Politikus PDIP Ini Nilai Ridwan Kamil Paling Ideal

Bunyinya adalah hai manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu, dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah silaturahmi.

Megawati memahami ayat itu sebagai pesan tentang kesetaraan antara laki-laki dengan kaum perempuan. "Bagi saya, ayat tersebut merupakan pesan bagaimana seharusnya kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan dibangun dengan penuh kasih sayang dan hormat menghormati, bukan saling meniadakan, atau saling mendominasi," katanya sebagaimana siaran pers DPP PDIP.

BACA JUGA: Tak Peduli Ideologi, Emil Buka Pintu untuk Semua Partai

Di seminar atas prakarsa istri Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, Datin Paduka Seri Rosmah Mansor itu Megawati menjelaskan, perempuan dianugerahi sebagai makhluk yang bisa mengandung, melahirkan dan menyusui. Itulah yang membuat perempuan punya ikatan batin kuat dengan anak yang dilahirkan.

Karenanya Megawati menegaskan, memberi perlindungan kepada perempuan berarti melindungi anak-anak. Demikian juga sebaliknya,perlindungan terhadap anak-anak berarti melindungi kaum perempuan.

BACA JUGA: Anak Buah Bu Mega Dorong KPK Tancap Gas soal e-KTP

 
"Saya yakin, tidak ada serorang pun ibu yang tidak tersiksa batinnya, jika melihat anak-anak yang dilahirkan tidak memperoleh kehidupan yang baik. Bahkan, penderitaan sudah pasti dirasakan oleh seorang ibu yang harus berpisah dari anaknya,” ujar putri Proklamator Ri Soekarno itu.

Karenanya Megawati meyakini tidak ada seorang pun anak yang bisa bertumbuh kembang dengan baik tanpa kehadiran ibu sebagai perempuan yang melahirkannya. “Karena itulah, berbicara mengenai anak-anak, tidak mungkin melepaskannya dari isu tentang ibu,” tuturnuya.

Menurutnya, perempuan dan anak adalah kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan di ruang privat maupun publik. Kekerasan yang terjadi tidak hanya berupa fisik, tapi juga psikologis, kekerasan ekonomi dan kekerasan seksual. 

Karenanya pula Megawati saat menjadi presiden langsung meratifikasi Konvensi ILO 182 Tahun 1999 tentang Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. “Dua tahun kemudian, 2002, saya memutuskan lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tegasnya.

Selain itu Megawati juga menyitir pemikiran Bung Karno tentang perempuan sebagai ibu peradaban. Megawati menjelaskan, ayahya menulis buku berjudul Sarinah yang memuat semangat kuat sosok perempuan.

"Beliau menuliskan buku yang menjadi inspirasi perjuangan kaum perempuan, yakni Sarinah. Spirit Sarinah tersebut mengilhami saya," katanya.

Megawati pun mengklaim sebagai satu-satunya presiden di Indonesia yang getol memperjuangkan kaum perempuan dan anak. Hal itu bukan karena Megawati sebagai perempuan, namun karena pemahamannya bahwa watak dan karakter sebuah bangsa dimulai dari keluarga.

“Dalam filsafat nenek moyang kami, ada satu peribahasa yang sangat penting, yakni 'surga di telapak kaki ibu, bukan di telapak kaki bapak. Ini cerminan local wisdom yang hidup dan tetap relevan dalam era modern seperti ini," tuturnya.(ysa/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Yasonna Terseret e-KTP, Ini Reaksi Pak Jokowi


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler