Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI- Polri, Bamsoet Ingatkan Hal Ini, Simak

Rabu, 26 Juli 2023 – 13:27 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyaksikan pelantikan 833 perwira TNI dan Polri oleh Presiden Joko Widodo dalam Upacara Prasetya Perwira (PRASPA) TNI- Polri. Foto: dok MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyaksikan pelantikan 833 perwira TNI dan Polri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Upacara Prasetya Perwira (PRASPA) TNI- Polri.

Para perwira yang dilantik merupakan lulusan 2023 dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian.

BACA JUGA: Bamsoet: Golkar Masih Baik-Baik Saja

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 TNI Tahun 2023 dan Nomor 53 Polri Tahun 2023 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI hingga Akademi Kepolisian Menjadi Perwira TNI.

Dia mengatakan tugas berat kini berada di pundak mereka sebagai anak bangsa yang bertugas menjaga kedaulatan, pertahanan, dan keamanan bangsa serta negara.

BACA JUGA: Bamsoet Matangkan Persiapan FIM MiniGP Indonesia Series 2023

Terlebih saat ini berada dalam dunia yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya.

"Dinamika lingkungan strategis dan laju peradaban zaman diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara-negara besar yang menempatkan Indonesia pada pusaran kepentingan global," ujar Bamsoet seusai menyaksikan pelantikan 833 perwira TNI dan Polri oleh Presiden Joko Widodo, di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7).

BACA JUGA: Komjen Pol Petrus Golose Dikukuhkan jadi Guru Besar PTIK, Bamsoet: Sangat Layak

Turut hadir antara lain Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staff Kepresidenan RI Jenderal TNI (P) Moeldoko.

Ketua DPR RI ke-20 itu mengingatkan, jika tidak siap dan waspada, bangsa Indonesia bisa tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu.

Berbaurnya ancaman militer dan non-militer juga turut mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi.

"Indonesia juga menghadapi potensi ancaman dalam bentuk gangguan separatisme, terorisme, konflik komunal, radikalisme, serta berbagai bentuk gangguan lain, seperti ancaman keamanan maritim dan kejahatan trans-nasional (lintas batas)," tuturnya.

Dia menambahkan kejahatan transnasional merupakan salah satu dari tiga jenis kejahatan non konvensional yang meningkat pesat.

"Disamping kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejahatan dengan implikasi kontinjensi yang mengganggu aspek-aspek keamanan, politik, sosial, ekonomi, serta meresahkan masyarakat yang terjadi secara mendadak dan sulit diprediksi," jelas Bamsoet.

Dosen tetap Pembaharuan Hukum Nasional serta Politik Hukum Nasional dan Kebijakan Publik pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Borobudur ini menerangkan, untuk menghadapi berbagi ancaman dan tantangan kebangsaan tersebut dibutuhkan personil TNI dan Polri yang profesional.

Sekaligus menjalankan soliditas TNI-Polri, tidak terlibat dalam politik praktis, dan tetap setia menjaga bangsa dan negara.

"Salah satu penyebab mengapa Indonesia sampai saat ini masih damai, tidak terjadi huru hara maupun konflik sosial lainnya, lantaran TNI dan Polri tidak ikut-ikutan dalam proses politik kekuasaan. TNI dan Polri tetap berada digarisnya. Setia kepada Indonesia, bukan setia kepada segelintir orang atau kelompok kepentingan,” pungkas Bamsoet. (jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Ajak DPP Himpunan Putra Putri Keluarga AD Sukseskan Pemilu 2024


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI   Bamsoet   TNI-Polri   Jokowi   Perwira  

Terpopuler