Hafidz: Data Tabulasi Bukan Data Resmi KPU

Jumat, 10 April 2009 – 15:41 WIB
JAKARTA – Meski diresmikan sebagai Pusat Tabulasi Nasional oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafidz Anshary, pusat entry data via teknologi internet itu tidak diakui sebagai data KPUMenurut Hafidz, KPU tetap akan menghitung data manual

BACA JUGA: Warga dan Anak-anak Antusias Saksikan Pembukaan Tabulasi

Data manual itulah yang akan dijadikan pedoman pemenang Pemilu 2009.

“Penayangan tabulasi nasional yang dilakukan KPU bekerja samadengan BPPT ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, karena kita menggunakan sistem scanning,”


Hafidz menegaskan, data yang dikirim ke pusat tabulasi adalah data yang akurat dari TPS seluruh Indonesia

BACA JUGA: Empat Provinsi, Demokrat Raup 30,83 Persen

“Begitu teman-teman yang ada di KPPS selesai melakukan penghitungan suara, mereka langsung kirim ke kabupaten/kota
Maka tingkat akurasinya lebih tinggi, kalau bisa nol persen, makanya disebut realcount, tidak digunakan istilah quick count,” cetus dia.

Meksi tingkat akurasinya sangat tinggi, karena KPU menggunakan perhitungan elektronik, namun tetap data itu hanya sebagai data pembanding saja

BACA JUGA: PDIP Kejar Demokrat, Golkar Membayangi

“Ini penting saya tegaskan, walaupun validitas dan akurasi tabulasi ini paling tinggi, tetap data ini bukan penghitungan resmi dari KPU,” tegasnya.

Data resmi KPU, kata Hafidz, ialah hasil perhitungan secara manual“Hasil resminya nanti adalah hasil perhitungan manual, yang berproses dari tingkat TPS, KPPS, PPK, rekapitulasi kecamatan, disampaikan ke Kabupaten/kota, pleno, disampaikan ke provinsi, lalu 26 April hingga 9 Mei 2009 dilakukan perhitungan suara secara manual di tingkat pusatItulah yang sah, nanti baru ketahuan berapa peserta pemilu yang mendapatkan suara dan kursiItulah yang sah,” papar Hafidz seraya mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan.(gus/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Partai Demokrat Belum Tentu jadi Pemenang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler