Haluskan Kulit dengan Racikan Tradisional

Minggu, 28 September 2014 – 00:11 WIB

jpnn.com - DI tengah berkembangnya spa dan klinik kecantikan dengan teknologi modern, tidak sedikit tempat spa yang mengangkat racikan bahan tradisional untuk perawatan kulit dan tubuh. Tidak hanya sensasinya saja yang berbeda, tapi manfaatnya bagi kulit dan tubuh lebih alami karena dibuat dari bahan-bahan alami tradisional.

Senior Terapis Pejamata Wellness Spa Grand Aston Jogjakarta, Ika Sariningsih mengatakan, racikan tradisional sangat disukai tamu dan cen-derung menjadi pilihan, dan biasanya juga yang dipilih dengan kombinasi pijat tradisional. ”Sensasi harumnya memang berbeda, dan khasiatnya bagi tubuh juga lebih terasa,” ujarnya.

BACA JUGA: Ramai-Ramai Bahas Perjanjian Pranikah

Misalnya untuk scrub, beberapa pilihan scrub seperti cam-puran garam dan jahe, kunyit, garam dan beras merah, coklat serta kopi. Ini merupakan bahan-bahan tradisional yang mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Dibuat dari bahan yang alami juga aman bagi kulit sensitif.

Ika mengatakan, masing-masing bahan juga memi-liki khasiatnya sendiri. Misalnya jahe lebih menghangatkan, teh hijau untuk anti-oksidan, dan sebagainya.

BACA JUGA: Rambut Supercut nan Klimis Masih Digandrungi

Area Manager Putri Kedaton Kiki Aprilia mengatakan, produk yang terbuat dari bahan tradisional memang tidak bisa bertahan terlalu lama. Scrub misalnya, hanya bertahan sekitar dua bulan, karena tidak mengandung bahan pengawet.

”Memang daya tahannya lebih pendek, tidak mengandung bahan kimiawi dan bahan pengawet. Untuk itu, sensasinya jika meng-gunakan racikan tradisional lebih terasa segar ketika me-nyentuh kulit,”ujar Kiky.

BACA JUGA: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Gigitan Nyamuk

Menurut Kiky, tak mau kalah dengan teknologi modern, tidak sedikit tempat spa yang mengembangkan inovasi produk berbahan rempah tradisional. Seperti warm ball yang dikreasi Putri Kedaton bagi para wanita yang mendambakan perawatan kulit dengan sensasi berbeda.

Warm ball berisi rempah-rempah alami yang digunakan sebagai alat pelengkap pijat tubuh. Cara menggunakannya direbus terlebih dahulu agar hangat. Baru setelah itu diapli-kasikan ke tubuh untuk mem-berikan rasa hangat.

Kiky mengatakan, alat ini merupakan salah satu produk inovasi untuk mengangkat rem-pah tradisional, melestarikan dan memperkenalkannya pada masyarakat akan khasiatnya. ”Isinya ada jahe, cengkih, pan-dan, yang akan menghangatkan tubuh, gunanya melancar kan peredaran darah di tu-buh,”ujarnya.(dya/din/ga/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pekerja Shift Lebih Berisiko Kena Diabetes


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler