Hamdalah, Biomorf Sudah Mau Serahkan Password e-KTP

Kamis, 02 November 2017 – 22:28 WIB
Proses perekaman data kependudukan dan pencetakan e-KTP. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA TIMUR - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, proses penunggalan data penduduk bagi kepentingan pencetakan e-KTP bakal bisa dilakukan lebih cepat.  Pasalnya, perusahaan subkontraktor penyedia perangkat lunak dan server proyek e-KTP telah menyerahkan username, kata kunci dan source code ke Ditjen Dukcapil Kemendagri, Rabu (1/11) kemarin.

Ketiga elemen tersebut sangat dibutuhkan untuk operasionalisasi data center kependudukan. Dengan demikian, pemerintah kini tidak lagi tergantung pada perusahaan tersebut. 

BACA JUGA: Registrasi Pelanggan Ponsel Dongkrak Akses Data Kependudukan

"Jadi sudah diserahkan kemarin. Ini langkah menuju kemandirian, ketidaktergantungan mulai terbuka lebar. Penunggalan akan lebih cepet, ini hanya tinggal tunggu lisensi karena sudah dilelang," ujar Zudan di Jakarta, Kamis (2/11).

Menurut Zudan, dengan penyerahan password, username dan source code maka perusahaan mana pun yang nantinya yang memenani tender perawatan sistem e-KTP bisa langsung jalan. Sebab, tidak ada kendala lagi soal serah terima kata kunci, username dan source code.

BACA JUGA: Kemendagri Tak Bisa Paksa DPRD Gelar Paripurna untuk Anies

"Jadi tinggal lelang maintenance server dan lisensi. Jadi sudah bisa jalan semua. Biomorf sekarang jauh lebih baik dibanding Biomorf Amerika murni. Ini kan Biomorf yang separuhnya dimiliki oleh Indonesia (PT Biomorf Lone Indonesia, red),” katanya.

Zudan mengakui proses penyerahan password, username dan source code terkait data kependudukan berlangsung cukup alot. Bahkan, proses penyerahan didahului puluhan kali rapat antara pemerintah dengan pihak Biomorf serta korespondensi hingga sekitar 5-6 kali. 

BACA JUGA: Pertama Kali, Kemlu Bakal Mendata WNI di Mancanegara

"Hasilnya, alhamdulillah mereka menyerahkan hak-hak kita (Indonesia,red) semuanya. Jadi dengan serahterima ini maka sudah bisa dikelola sendiri dan tidak tergantung orang lain. Indonesia bisa membangun kemandirian teknologi untuk masa depan," pungkas Zudan.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih 11 Ribu KTP Warga Bekasi Timur yang Belum Tercetak


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler