Hamdalah, Operasi Ketupat di Riau Berakhir, Kecelakaan Menurun, Situasi Terkendali

Rabu, 11 Mei 2022 – 20:15 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Firman Darmansyah. Foto: Humas Polda Riau

jpnn.com, RIAU - Operasi Ketupat Lancang Kuning (LK) 2022 yang digelar Polda Riau selama 12 hari sejak 28 April 2022 lalu dinyatakan selesai pada 9 Mei 2022.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Firman Darmansyah mengatakan selama 12 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2022, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat relatif terjaga dan kondisi kondusif.

BACA JUGA: Kasus Skimming, Bank Riau Kepri Resmi Lapor Polisi

“Sebagaimana semangat yang selalu digelorakan oleh Bapak Kapolda Riau Irjen Moh. Iqbal, yakni together we are strong. Kami bangun kekuatan dan kebersamaan dengan semua pihak, berkolaborasi dan bersinergi. Alhamdulillah, semua berjalan aman dan lancar dan kami pastikan semua mesin mesin organisasi berjalan dengan baik," kata dia pada Rabu (11/5).

Firman menerangkan keberhasilan itu merupakan jerih payah dari berbagai pihak. Polri bersama TNI dan pihak terkait serta peran aktif masyarakat di Riau bahu-membahu dalam kesuksesan tersebut.

BACA JUGA: Beri Layanan Prima ke Pelanggan, PLN Sediakan 7 Posko Mudik Lebaran di Riau dan Kepri

"Peran serta yang diberikan oleh masyarakat Riau sangat membantu upaya kami dalam menjaga kamtibmas dan kamseltibcar lantas selama mudik lebaran. Ini tentu kami apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada semua pihak,” ujar Kombes Firman.

Dia menyampaikan selama operasi berlangsung, kejahatan konvensional terjadi sebanyak 220 kasus. Angka itu mengalami penurunan sebanyak 62 kasus dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu 282 kasus.

BACA JUGA: Sahat Sinurat Apresiasi Program Mudik Gratis Cipayung Plus-Polda Riau

Untuk kejahatan transnasional sebanyak sebelas kasus, menurun sebelas perkara dari periode tahun sebelumnya, yakni 22 kasus.

Sedangkan jenis kejahatan menonjol, narkoba turun sebelas kasus dari sebelumnya sebanyak 22 kasus.

"Pencurian dengan pemberatan turun 21 kasus dari sebelumnya 64 kasus. Pencurian dengan kekerasan turun tujuh kasus dari sebelumnya 13 kasus. Pencurian kendaraan bermotor juga turun 20 kasus dari sebelumnya 39 kasus,” lanjutnya.

Untuk arus lalu lintas, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2022 relatif lancar, apalagi dengan dibukanya sementara Tol Pekanbaru-Bangkinan.

Menyinggung kasus kecelakaan lalu lintas, perwira jebolan Akpol 97 tersebut menerangkan, terjadi penurunan angka kecelakaan maupun tingkat fatalitasnya.

“Jumlah lakalantas selama operasi digelar adalah sebanyak 24 kejadian, hal ini menurun dibanding dengan periode sebelumnya, yakni 29 kejadian. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia 13 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 25 orang, serta kerugian materiel Rp 141,9 juta," beber Firman.

Dirlantas menegaskan bahwa dari 13 korban meninggal tersebut, hanya satu korban merupakan pemudik.

“Jadi, bukan semua korban tersebut merupakan masyarakat pemudik,” terang Firman.

Firman mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas bersama seluruh jajarannya untuk perbaikan lagi tugas ke depannya. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buruan Daftar, Polda Riau dan Cipayung Plus Sediakan Bus Mudik Tujuan Sumbar-Sumut


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler