Krisis Nuklir Korea

Hancurkan Fasilitas Nuklir, Korut Cuma Pencitraan?

Jumat, 25 Mei 2018 – 15:58 WIB
Jurnalis internasional meliput penghancuran fasilitas uji coba nuklir Korea Utara di Punggye-ri. Foto: KCNA/EPA

jpnn.com - Dengan mengundang para jurnalis televisi maupun cetak, Korut berharap gambar-gambar dan video dramatis penutupan fasilitas nuklir di Punggye-ri bisa disiarkan ke seluruh dunia.

Sayang, mereka tak mengundang pengawas nuklir internasional. Seandainya ada, mereka bisa memutuskan apakah memang fasilitas itu tidak bisa lagi digunakan setelah hancur.

BACA JUGA: Korut Ledakkan Fasilitas Uji Coba Nuklir Punggye-ri

Pasalnya, penghancuran Punggye-ri tak berarti program nuklir Korut benar-benar tamat. Malahan, bisa jadi langkah tersebut diambil karena mereka sudah siap memproduksi massal senjata pemusnah massal.

’’Itu bisa mengindikasikan bahwa Korut yakin program nuklirnya sudah membuat kemajuan yang mencukupi sehingga tidak perlu lagi melakukan uji coba,’’ ujar pengamat Korut dari Middlebury Institute of International Studies (MIIS) Catherine Dill.

BACA JUGA: Korut Tak Mau Bernasib Seperti Libya

Penghancuran fasilitas uji coba nuklir tersebut merupakan ide Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un jelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Saat itu, banyak pihak menilai bahwa itu adalah langkah positif yang diambil Pyongyang. Sayang, pertemuan tersebut belum pasti.

Washington mencari perkara dengan melontarkan kalimat-kalimat yang kurang mengenakkan. Di sisi lain, Pyongyang sangat mudah tersinggung. Yang terbaru adalah komentar Wapres AS Mike Pence yang menyatakan Korut bisa berakhir seperti Libya.

BACA JUGA: Korut Ngambek, AS dan Korsel Diancam

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son -hui langsung membalas. Dia menyebut pernyataan yang keluar dari mulut Pence itu tidak bertanggung jawab dan bodoh.

’’Apakah AS akan menemui kami di ruang rapat atau menghadapi kami dengan pertarungan senjata nuklir sepenuhnya bergantung keputusan dan sikap AS,’’ ancam Choe.

Dia menegaskan Korut tidak akan pernah memohon kepada AS untuk duduk bersama dan berdialog. Jika AS terus-menerus menghina Korut, Choe akan menyarankan pada Kim Jong-un untuk meninjau ulang pertemuan dengan Trump. (sha/c17/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akhirnya, Fasilitas Nuklir Korut Sudah Rata dengan Tanah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler