Hanura dan PDS Belum Tentukan Pilihan

Senin, 02 Januari 2012 – 13:17 WIB

PADA saat sejumlah partai politik (parpol) sibuk menentukan pilihan dukungan calon gubernur (cagub), Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Hanura Jakarta justru terlihat tenang-tenang saja. Sampai saat ini, kedua parpol ini belum menyebutkan siapa cagub yang akan didukungnya pada Pilkada Jakarta 2012 mendatang.

Ketua DPD Partai Hanura Jakarta Ongen Sangaji mengatakan, sejak Djan Farid mengundurkan diri dari bursa pilkada karena lebih memilih jabatan menteri, Hanura belum mendapat penggantinya. ‘’Ya, kami belum mendapat figur pengganti Djan Farid,” ujar Ongen.

Kata Ongen, dari sejumlah figur yang muncul untuk menjadi cagub, hanya sosok Djan Farid yang pantas didukung oleh Hanura. Namun demikian, setelah Djan Farid menjadi menteri perumahan rakyat (menpera), mau tidak mau Hanura harus mencari penggantinya. “Bulan ini mungkin Hanura sudah bisa memberikan keterangan siapa cagub yang akan didukung Hanura,’’ ungkapnya.

Apakah Hanura akan memunculkan kader internal  untuk posisi cagub ataupun cawagub? Dijawab Ongen, sebagai partai yang tidak memenuhi kuota suara untuk mencalonkan cagub atau cawagub, Hanura tidak akan memunculkan figur internal. ‘’Hanura sadar dirilah. Kami tidak mau untuk memunculkan kader internal,” terangnya. Apalagi nantinya cagub ataupun cawagub yang akan didukung Hanura melihat pertimbangan koalisi.

Sama halnya dengan Hanura, PDS pun belum bisa mengatakan siapa cagub yang akan didukungnya dalam pilkada nanti. Ketua DPW PDS Jakarta Sahrianta Tarigan mengatakan, dukungan cagub PDS ditentukan dengan melihat koalisi partai.

“Kalau kuota suara PKS bisa untuk mengusung cagub, tentunya PDS tidak akan ragu untuk bisa menyebut cagub yang akan didukung. Berhubung kuotanya tidak memenuhi, terpaksa harus melihat dukungan koalisi,’’ jelasnya.

Meski demikian, kader PDS mengharapkan dirinya bisa tampil. ‘’Itu keinginan kader. Tapi kalau kader memang ngotot meminta saya maju apa boleh buat, saya nyoba maju. Toh nantinya koalisi partai juga yang menentukan,’’ pungkasnya. (pes)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pantau Pilkada, Panwaslu Ajukan Rp 33,8 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler