Harga Ayam, Cabe, dan Telur Naik

Minggu, 24 Desember 2017 – 00:50 WIB
Pedagang di pasar tradisional. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BONTANG - Beberapa komoditi pangan di Kota Bontang, Kaltim, mengalami lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan harga ini diprediksi akan terus terjadi sampai awal tahun mendatang.

BACA JUGA: RSUD dr Soetomo Siaga Selama Libur Panjang

Dari pantauan Bontang Post (Jawa Pos Group) di Pasar sementara Rawa Indah Sabtu (23/12), beberapa komoditi yang mengalami kenaikan diantaranya telur ayam, cabe kecil, dan ayam potong.

Kenaikannya mulai dari kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 16 ribu per komoditi. Ayam potong sedang dari Rp 40 ribu per ekor menjadi Rp 50 ribu.

BACA JUGA: Libur Natal, Jumlah Penumpang Pesawat Melonjak

Cabe kecil dari Rp 35 ribu per kilo, naik Rp 15 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilo. Sedang telur ayam dari Rp 37 ribu per piring menjadi Rp 53 ribu.

Kadi, salah satu pedagang cabe ini mengaku, kenaikan kenaikan cabe sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Saking Lancarnya Arus Mudik, Jalur Alternatif Tak Digunakan

Bahkan setiap harinya, cabe kecil ini selalu mengalami kenaikan harga. Dia memprediksi, kenaikan ini akan terus terjadi sampai awal tahun mendatang.

“Dari sananya (agen, Red.) sudah naik. Kami pengecer juga pasti ikut naik. Kalau dari sana turun, kami juga ikut turun,” jelasnya kepada Bontang Post.

Hal senada juga dilontarkan Tarjo. Salah satu pedagang ayam potong itu mengaku kenaikan ayam potong sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Kenaikan ini pun dia prediksi akan berlangsung sampai awal tahun mendatang.

“Bahkan mulai besok (hari ini, Red.), harga per kilogramnya sudah naik seribu rupiah,” terangnya.

Lain halnya yang diungkapkan Farida. Salah satu penjual telur ayam ini mengaku, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak jauh-jauh hari, lebih tepatnya saat perayaan Maulid Nabi lalu. Dia mengaku, kenaikan ini memang murni karena adanya kenaikan dari agen.

“Tahun ini kan berdekatan saja antara maulid, natal dan tahun baru. Mungkin itu yang jadi faktor. Di satu sisi juga ada beberapa faktor lainnya seperti cuaca dan permintaan barang yang meningkat,” tukasnya. (bbg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Contraflow Sepanjang 15 KM di Tol Cikampek


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler