Harga Bahan Pokok di Riau Terpantau Masih Stabil

Kamis, 30 Maret 2023 – 14:53 WIB
Pantauan harga pokok yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Riau di gudang Bulok di Pekanbaru. Foto:Humas Polda Riau.

jpnn.com, PEKANBARU - Pantauan Polda Riau sepekan Bulan Suci Ramadan harga sandang dan pangan di wilayah Bumi Lancang Kuning masih stabil.

Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Riau melakukan sidak langsung di pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru, pada Rabu (29/3).

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca di Riau 12 Maret 2023, BMKG Beri Peringatan Begini, Waspadalah

Pantauan itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan sesuai arahan langsung Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal kepada jajarannya untuk memastikan harga-harga di pasaran tidak terjadi kenaiakan dan berdampak kepada masyarakat.

Pantauan itu dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Teguh Widodo, Kasubdit I AKBP Edi Rahmat Mulyana, serta beberapa kepala dinas di jajaran Pemprov Riau.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Riau 30 Maret 2023, Simak Peringatan dari BMKG

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Edi Rahmat Mulyana mengatakan dari hasil pantauan langsung diketahui harga kebutuhan pokok masih stabil dan belum ada kenaiakan berarti.

Ia memerinci bahwa harga daging sapi segar yang saat ini dijual dengan harga Rp130 ribu per kilogram. Begitu juga dengan harga cabai, juga masih terpantau stabil.

BACA JUGA: Gubernur Riau Minta Perusahaan Batu Bara di Inhu Pakai Jalur Sungai untuk Pengangkutan

"Sumber cabe merah di Pasar Sukaramai berasal dari Provinsi Sumut, Provinsi Aceh dan Provinsi Sumbar. Untuk konsumsi cabai masyarakat Pekanbaru lebih dominan memilih cabai Sumbar dengan harga yang relatif lebih tinggi dibanding cabai dari Sumut dan Aceh. Saat ini pembeli bisa terbilang sepi, padahal harga masih relatif normal," ungkapnya.

Sedangkan untuk harga telur, mengalami kenaikan Rp6 ribu per papan. Sebelum Ramadan, dikatakan AKBP Edi, harga telur juga sudah mengalami kenaikan Rp 1.000 per papan.

Di mana untuk pasokannya sendiri dominan berasal dari Provinsi Sumatera Barat, dan diisi oleh pihak kedua kepada pedagang. 

Selain itu, pihaknya juga sempat melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok lainnya di toko kelontong yang ada di Pasar Sukaramai.

Diketahui bahwa minyak goreng merek Minyak Kita sangat banyak di buru oleh pembeli daripada produk merk lain. Akan tetapi pedagang tidak mendapatkan stok sesuai permintaan.

"Misalnya di Toko A meminta stok 20 dus tetapi yang datang hanya 5 dus saja. Berbeda dengan merek lain seperti Fortune,  Sonia dan Permata, pembeli hanya kebanyakan memilih minyak curah yang harganya lebih terjangkau dengan harga sekitar Rp4.500," paparnya.

Khusus minyak goreng merek Minyak Kita ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bulog.

Di mana, pada saat Ramadan ini stok Minyak Kita akan tersedia sebanyak 180 ribu liter. Dengan harapan, jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selamat Bulan Suci Ramadan. 

"Kalau untuk beras kami pantau juga masih aman. Bahkan beras Bulog melebihi daripada cukup stok selama Ramadan. Karena kita bisa mendapatkan beras diwilayah lain yang ada di wilayah Sumatera," pungkasnya. (mcr36/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler