Harga Beras Bergejolak di 79 Daerah, Presiden Jokowi Sentil Bulog

Selasa, 17 Januari 2023 – 12:48 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil Perum Bulog terkait pengendalian harga beras yang meningkat di 79 daerah. Foto: ANTARA NTT/Andrea Rorre

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil Perum Bulog terkait pengendalian harga beras yang meningkat di 79 daerah.

“Saya dua hari lalu memperingatkan Bulog untuk masalah ini karena di lapangan 79 daerah beras mengalami kenaikan yang tidak sedikit,” kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1).

BACA JUGA: Bawa Jateng Jadi Lumbung Beras Nasional, Ganjar: Petani Kita Hebat

Presiden Jokowi meminta Bulog, kementerian dan lembaga non-kementerian terkait, kepala daerah, dan Bank Indonesia (BI) untuk terus memantau harga barang dan jasa di lapangan.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menginginkan agar ada sistem deteksi dini pada potensi kenaikan harga barang dan jasa, termasuk upaya mitigasi.

BACA JUGA: Petani Cilacap Minta Ketua KPK Usut Kebijakan Impor Beras

“Sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum kejadian besarnya itu datang, biar bisa kita kejar dan antisipasi,” ujar dia.

Presiden meminta seluruh pihak berhati-hati karena saat ini dunia dihadapkan pada ancaman kenaikan inflasi.

BACA JUGA: Harga Beras Mulai Bergejolak di Jakarta, Waduh!

Selain harga beras, Jokowi menyebut beberapa komoditas yang mengalami peningkatan yakni telur di 89 daerah, tomat di 82 daerah, daging ayam ras di 75 daerah.

“Tolong bupati, wali kota, gubernur sering-sering masuk pasar. cek apakah data-data itu sesuai dengan di lapangan. Jangan ‘baik Pak, tidak ada naik Pak, harga stabil Pak’, saya cek langsung. Jadi BPS di daerah informasikan angka-angka yang apa adanya kepada kepala daerah,” kata dia.

Menurut Kepala Negara, saat ini inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa menjadi momok bagi semua negara. Inflasi Indonesia, masih terkendali di kisaran 5,5 persen (year on year/yoy).

"Ini patut disyukuri berkat kerja keras semuanya. Coba dilihat negara lain bahkan ada yang sampe 92 persen. Uni Eropa di angka 9,2 persen. Ini tinggi sekali," ujar Presiden Jokowi. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler