Petani Cilacap Minta Ketua KPK Usut Kebijakan Impor Beras

Sabtu, 14 Januari 2023 – 12:26 WIB
Puluhan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah saat aksi protes terhafap kebijakan impor beras di area persawahan, Kecamatan Majenang. Foto: Paguyuban Petani Cilacap

jpnn.com, JAKARTA - Puluhan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah mendesak Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelisik keberadaan dugaan mafia di balik kebijakan impor beras.

Ketua paguyuban Muhammad Ilyas menilai kebijakan impor beras menyakiti petani karena dilakukan menjelang panen raya. Hal ini merusak harga jual beras petani.

BACA JUGA: Komisi III Soroti Polemik Impor Beras, Minta Aparat Hukum Segera Bertindak

“Kami meminta Ketua KPK segera mengusut ini (kebijakan impor beras), apa ada mafia di sana? Terus terang kami sangat kecewa, karena sejak dulu kalau sudah impor menjelang panen pasti yang rugi petani. Beras jadi murah,” kata Muhamad Ilyas, Jumat (13/1) saat menyampaikan aksi protes di area persawahan, Kecamatan Majenang.

Dia menyatakan masa panen raya diperkirakan Februari sampai Maret 2023. Dalam rentang itu, impor beras sebanyak 500.000 ton sudah mengalir ke pasar serta dipastikan berdampak pada penurunan harga.

BACA JUGA: Soal Polemik Impor Beras, Rektor IPB: BPS Bisa Sampaikan Data Akurat

“Kalau alasannya mau nahan harga di pasar (inflasi), kenapa harus mengorbankan petani? Wong pemerintah saja biasa beli murah kok ke petani, apalagi dirusak dengan impor begini,” ungkapnya.

Ilyas juga heran dengan narasi satu pihak pemerintah yang menyebut hasil produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan beras domestik.

BACA JUGA: KPK Ambil Langkah Hukum Tegas, 5 Orang Ini Tak Bisa Tinggalkan Indonesia

Sebab sepanjang pengamatannya, pada tahun 2022 rata-rata petani tidak mengalami penurunan hasil panen. Sebaliknya, produksi cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tiga tahun tidak ada impor, sekarang tiba-tiba impor padahal hasil panen bagus ya kan aneh,” tegasnya dengan nada heran.

Alih-alih percaya dengan narasi tersebut, pihaknya justru curiga ada pihak yang sengaja memainkan tingkat penyerapan beras petani sehingga cadangan beras pemerintah (CBP) menjadi tidak memadai.

“Mohonlah jangan permainkan petani, sedih Pak, apa-apa pangan impor padahal dalam negeri melimpah, ujung-ujungnya korupsi,” tegasnya.

Dia menegaskan, saat ini petani semakin melek dengan isu korupsi di sektor pangan. Ini karena sudah banyak kasus korupsi yang terungkap di balik kebijakan impor pangan dan kebutuhan pokok seperti impor bawang putih, gula, daging, garam, ikan, minyak goreng, dan lainnya.

“Pak Firli anak petani, banyak anggota KPK juga anak petani, mohon diperhatikan keluhan dan nasib kami,” pungkas Ilyas.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
petani   beras   impor beras   KPK  

Terpopuler