Harga Beras Diprediksi Masih Akan Naik hingga Maret

Jumat, 23 Februari 2024 – 19:57 WIB
Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) memprediksi kenaikan harga beras yang terjadi saat ini di pasaran, akan terus terjadi hingga Maret 2024. Foto: Elvi R/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) memprediksi kenaikan harga beras yang terjadi saat ini di pasaran, akan terus terjadi hingga Maret 2024.

Hal itu disampaikan Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid.

BACA JUGA: Beras dari Sulsel Dikirim ke Tarakan Untuk Tekan Kenaikan Harga

Dia menyebutkan kenaikan harga beras terjadi karena petani belum memasuki musim panen raya.

"kondisi cuaca yang tidak pasti mengakibatkan musim panen saat ini menjadi tidak jelas," kata Zulkifli di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (23/2).

BACA JUGA: Pemprov Riau Pastikan Stok Beras Premium Masih Mencukupi

Dia juga menjelaskan situasi panen yang belum memasuki tahapan skala besar sehingga harga beras belum dapat dipastikan kembali ke harga normal.

Zulkifli mengungkapkan harga beras medium stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp10.900/kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Namun, ada pedagang yang menjualnya sekitar Rp 11 ribu per kilogram hingga Rp 11.500 per kilogram.

"Kalau sudah terjadi panen raya, dapat dipastikan harga beras turun. Namun, kalau setidaknya terjadi gagal panen, kami belum tahu seperti apa ke depannya," lanjutnya.

Dia memastikan harga beras akan kembali normal, sesudah panen raya yang diperkirakan terjadi pada pertengahan atau akhir Maret 2024.

Zulkifli menjelaskan ketidakpastian cuaca yang disebabkan El-Nino mengakibatkan kondisi panen padi menjadi tidak menentu.

"Sebenarnya kita sudah panen, tetapi ada kegagalan panen istilahnya. Terlebih cuaca tidak jelas, ada El-Nino ditambah lagi, di daerah panen padinya belum menentu," pungkas Zulkifli.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
harga beras   beras   panen   padi  

Terpopuler