Harga Daging dan Sayur Melonjak

Kamis, 27 Desember 2018 – 17:11 WIB
Ilustrasi. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SIDOARJO - Harga kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan di Sidoarjo. Salah satunya di Pasar Sukodono. Kemarin (26/12) harga telur mencapai Rp 28 ribu per kilogram (kg). Daging ayam tercatat Rp 38 ribu per kg. ''Sudah biasa. Tiap hari harganya naik turun terus,'' ujar Sari, salah seorang pedagang. ''Harga telur naik karena pakannya juga naik,'' tambahnya.

Pedagang sayuran Ryansyah Agustiari menjelaskan, harga semua jenis sayuran naik. Mulai bawang merah, bawang putih, wortel, hingga tomat. Cabai rawit paling melejit. Awalnya Rp 18 ribu sekarang menjadi Rp 33 ribu. ''Faktor musim hujan,'' ucapnya.

Ryan memperlihatkan sayuran yang dijual terlihat kurang segar. Saat musim hujan, cabai cepat membusuk. Itulah yang membuat pasokan susah dicari. Hampir langka dan semakin mahal. Menurut dia, masyarakat selalu membutuhkan cabai untuk sambal sebagai pelengkap hidangan. ''Walau mahal, tetap terbeli. Karena mahal, belinya cuma sedikit,'' katanya.

Selain cabai, lanjut Ryan, ada satu sayuran lain yang harganya melejit. Yakni, daun seledri. Minggu lalu seledri dijual Rp 6.000 per kg. Mulai kemarin harganya naik menjadi Rp 20.000 per kg. Tidak biasanya. Setiap orang kaget ketika mendengar harganya. ''Bukan utama, tapi kalau mau bikin sop dan perkedel, seledri ini penyedapnya,'' ucapnya.

Di Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, harga kebutuhan pokok juga merangkak naik. Daging sapi dijual Rp 100 ribu per kg. Padahal, seminggu sebelumnya harganya Rp 90 ribu per kg. Daging ayam juga mengalami kenaikan harga. ''Sekarang sudah Rp 36 ribu. Sebelumnya masih Rp 30 ribu per kilo,'' ucap Khoirul, salah seorang pedagang Pasar Sepanjang. ''Kenaikannya bisa mencapai Rp 500-Rp 1.000 per hari,'' paparnya.

Ketika ditanya terkait ketersediaan daging ayam, Khoirul mengatakan bahwa pasokan masih lancar. ''Tidak langka kok. Dikirim seperti biasa, cuma harganya naik terus,'' lanjutnya.

Di Pasar Krian, hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Antara lain, cabai, telur, dan bawang merah. Menurut Subiarjo, pedagang Pasar Krian, harga telur naik menjadi Rp 27 ribu-Rp 28 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit yang bikin geleng-geleng kepala. Saat ini harga per kilogramnya mencapai Rp 40 ribu.

''Niatnya beli cabai 1 kilo. Karena harganya naik, jadinya beli setengah kilo,'' ucap Nurahmi, salah seorang pembeli. ''Saya tahu kalau harganya naik. Tapi gak nyangka kalau naiknya sampai dua kali lipat,'' ungkapnya.

Harga cabai rawit yang dijual Nur Hasanah lebih mahal daripada Subiarjo. Dia mematok Rp 44.000 per kilogram. ''Lebih mahal karena memang saya pilih yang bagus-bagus,'' ungkapnya. Dari 5 kilogram cabai rawit yang dibeli, tidak semuanya bagus. Ada sekitar 1 kilogram yang busuk. ''Yang busuk saya buang. Tidak saya jual,'' paparnya.

Saat ini Nur Hasanah tidak berjualan seledri. Sebab, harganya naik tiga kali lipat menjadi Rp 25.000. Karena itu, dia memilih tidak menyetok seledri. ''Daripada tidak terbeli, lalu busuk, kan rugi,'' jelasnya. ''Kalau telur sekarang jadi Rp 26.000,'' ucapnya.

Pengelola Sub Unit Pasar Krian Budi Pribadi membenarkan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok. Sejumlah pasar lainnya mengalami hal serupa. ''Hasil panen sedikit rusak dan berkurang karena musim hujan,'' paparnya. ''Sayuran tidak tahan dengan hujan. Cepat membusuk,'' tambahnya. (oby/day/c15/ai) 

BACA JUGA: Harga Telur dan Daging Sapi Naik

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Telur dan Cabai Melonjak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler