Harga Daging Sapi Melonjak

Tunggu Harga Bagus, Peternak Tahan Jual

Selasa, 09 Oktober 2012 – 06:11 WIB
SURABAYA - Harga daging sapi hidup mulai merambat naik. Angka terakhir menunjukkan, harga daging sapi menembus Rp 29 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram (kg). Padahal, dalam kondisi normal, harga daging sapi hidup berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kg.

Kepala Dinas Peternakan Maskur mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh para pemilik sapi yang menahan penjualan hingga mendapatkan harga tinggi. "Sebagian besar merupakan model peternakan rakyat. Sehingga, satu orang memiliki 2"4 sapi. Sedangkan, peternakan dalam jumlah besar yang memiliki 20 ekor sapi masih sangat sedikit," katanya kemarin (8/10).

Dia menyatakan, satu bulan menjelang perayaan Idul Adha, permintaan sapi hidup mulai meningkat sehingga mengerek harga daging sapi hidup. "Nah, dengan kondisi ini, banyak peternak yang menahan pembelian sampai mendapatkan harga bagus. Belum lagi adanya para belantik sehingga harga sapi kami perkirakan bisa meningkat 10"20 persen," tutur dia.

Menurut dia, harga akan terus mencapai puncak pada H-7 perayaan Idul Adha. Diperkirakan, setelah itu, harga turun. "Dengan demikian, harga satu sapi ketika naik bisa menembus angka Rp 15 juta per ekor dari sebelumnya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12,5 juta per ekor. Akan tetapi, masyarakat tidak perlu khawatir karena sebenarnya dari sisi stok relatif mencukupi," jamin Maskur.

"Tahun ini sapi yang siap potong 850 ribu ekor, terbagi untuk Jatim 550 ribu ekor dan sisanya 148 ribu ekor untuk luar Jatim," urai dia.

Kemampuan stok tersebut diyakini mampu menutupi kebutuhan masyarakat yang cenderung meningkat bulan ini. Bahkan, Jatim mampu menyuplai kebutuhan luar provinsi.

Dia menyebutkan, sampai sekarang realisasi pengiriman sapi ke luar provinsi baru mencapai 80 ribu ekor sehingga masih ada sisa 60 ribu ekor. "Selama bulan ini saja, kami perkirakan kebutuhan sapi di Jatim 28.073 ekor. Angka itu naik 10 persen daripada tahun lalu sebesar 25 ribu," ucapnya.

Secara terpisah, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Arifin T. Hariadi mengatakan, kenaikan harga daging sapi segar di pasaran dipicu makin dekatnya perayaan korban. "Dugaan saya, ini disebabkan kondisi psikologis pasar. Sehingga, ada kekhawatiran tingginya pembelian ternak korban," jelasnya. (res/c6/kim)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Komisi XI Dorong KY Periksa Hakim

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler