Harga Emas Hari Ini Meroket, Asyik Untung Besar

Jumat, 29 Juli 2022 – 06:45 WIB
Harga emas naik tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang catatan kenaikan untuk hari kedua beruntun. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga emas naik tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Kenaikan investasi safe heaven memperpanjang catatan kenaikan untuk hari kedua beruntun karena investor bereaksi terhadap laporan produk domestik (PDB) Amerika serikat yang mengecewakan.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Rabu 27 Juli 2022, Antam dan UBS Kompak Turun

Di sisi lain, harga emas terdongkrak pelemahan USD.

Kontrak emas berjangka untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange menyelesaikan sesi terakhirnya dengan melonjak USD 31,20 atau 1,8 persen, menjadi menetap di USD 1.750,30 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sesi di USD 1.755 per ounce.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian, Selasa 26 Juli 2022, Antam Turun, UBS Naik

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember meningkat tajam USD 31,70 atau 1,82 persen, menjadi ditutup pada USD 1.769,20 per ounce.

Emas berjangka untuk Agustus terdongkrak USD 1,40 atau 0,08 persen menjadi USD 1.719,10 pada Rabu (27/7), setelah melemah USD 1,40 atau 0,08 persen menjadi USD 1.717,70 pada Selasa (26/7).

BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini Anjlok Lagi, Siap-Siap Ada Kejutan Baru

Laporan yang dirilis pada Kamis (28/7) menunjukkan bahwa PDB AS turun 0,9 persen pada kecepatan tahunan di kuartal kedua, menyusul penurunan 1,6 persen pada kuartal pertama dan lebih buruk dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,3 persen.

Harga emas naik didukung oleh laporan ekonomi AS telah berkontraksi untuk kuartal kedua berturut-turut.

Analis di platform perdagangan daring OANDA Ed Moya menilai pada kondisi ekonomi AS yang sedang menuju resesi dan selama Wall Street percaya The Fed akan memberikan laju pengetatan yang lebih lambat, maka emas akan mulai menjadi safe-haven lagi.

"Risiko terbesar emas adalah ekonomi tetap kuat dan The Fed mungkin perlu lebih agresif dengan kenaikan suku bunga," kata Moya.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (28/7/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS dalam pekan yang berakhir 23 Juli turun 5.000 menjadi 256 ribu dari angkap 261 ribu pada minggu lalu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler