Harga Emas Terdesak USD, Ringsek, Bakal Jeblok?

Selasa, 07 September 2021 – 08:42 WIB
Harga emas tersedak USD. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) tertekan oleh USD yang lebih kuat.

Akan tetapi, harga emas diprediksi bakal bertahan di dekat level tertinggi selama 2,5 bulan ini.

BACA JUGA: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Senin 6 September 2021

Pasalnya, spekulasi baru bahwa Federal Reserve AS (The Fed) mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi yang didorong oleh pandemi Covid-19.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot USD 8,20 atau 0,45 persen, menjadi menetap pada USD 1,825,50 per ounce.

BACA JUGA: Harga Emas Memelesat ke Puncak Tertinggi, Jadi Sebegini

Namun, perdagangan kurang bergairah karena libur Hari Buruh AS pada hari Senin (6/9).

Emas berjangka melonjak USD 22,2 atau 1,23 persen menjadi USD 1,833,70 pada hari Jumat (3/9) setelah jatuh USD 4,5 atau 0,25 persen menjadi USD 1.811,50 pada hari Kamis (2/9), dan merosot USD 2,1 atau 0,12 persen menjadi USD 1.816 pada hari Rabu (1/9).

BACA JUGA: Aduh! Harga Emas di Pegadaian Jumat 3 September Turun Lagi

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,20 persen pada 92,2194, membuat emas kurang menarik bagi bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pada hari Jumat (3/9) bahwa angka penggajian (payrolls) nonpertanian meningkat 235 ribu pekerjaan bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 728 ribu pekerjaan.

"Setelah data tenaga kerja mengecewakan pasar, investor melihat lebih sedikit tekanan pada Jerome Powell untuk mulai melakukan tapering (pengurangan pembelian obligasi)," kata Carlo Alberto De Casa, analis pasar di Kinesis.

"Tapering dapat dimulai mungkin hanya pada Desember dan ini adalah elemen pendukung untuk harga emas," kata De Casa.

Dia menambahkan bahwa emas akan tetap di atas USD 1.800 dalam waktu dekat.

Ketua The Fed Powell mengisyaratkan bulan lalu bahwa pemulihan pekerjaan yang kuat adalah prasyarat bagi bank sentral untuk mulai mengurangi pembelian asetnya.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus, sementara suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis teknis ActivTrades, Pierre Veyret mengatakan dalam sebuah catatan emas tertinggal di awal pekan ini dengan harga diperdagangkan mendekati level support langsung di USD 1.825 per ounce.

"Konsolidasi saat ini juga dapat dilihat sebagai peluang untuk mengambil beberapa keuntungan setelah lonjakan bullish pada Jumat," kata Veyret. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler