Harga Gas Tangguh Naik, Pemasukan Negara Bertambah Rp 9 Triliun

Senin, 30 Juni 2014 – 17:43 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan pemerintah sangat bersyukur karena setelah 1,5 tahun melakukan renegosiasi, pemerintah RRT bisa menerima keberatan Indonesia yang menganggap harga Japan Crude Cocktail (JCC) sudah tidak cocok.

Mengingat harga di pasaran sudah mencapai 100 dollar AS per barel, jauh di atas harga JCC yang disepakati dalam negosiasi tahun 2006 sebesar 38 dollar AS per barrel.

BACA JUGA: Harga Gas Tangguh Naik USD 4,7 per MMBTU

Kini menurut Jero, pemerintah RRT sudah sepakat, jika harga JCC-nya USD 100 sebagaimana bulan lalu, maka penjualan harga gas Tangguh menjadi USD 8 per juta kubik feet.  

"Jadi ini kenaikan yang luar biasa, dan ini kesepakatannya naik terus. Tahun 2015 naik menjadi USD 10,3 per juta kubik feet, 2016 menjadi USD 12 per juta kubik feet, dan 2017 jadi USD 13,3 per juta kubik feet," papar Jero Wacik dalam jumpa pers di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, (30/6).

BACA JUGA: Ekspor ke Taiwan Surplus Rp 16,5 T

Jero menegaskan kontrak yang ditandatangani pemerintah Indonesia dan RRT ini akan berlaku sampai dengan tahun 2034.

Ia menyebutkan, kalau harga ini bertahan sampai dengan 2034 maka harga rata-ratanya nanti jatuh pada angka USD 12,8 per juta kubik feet. "Ini adalah kenaikan empat kali lipat dibanding harga pada tahun yang lalu," jelasnya.

BACA JUGA: Importer Happy jika Wajib Pakai Rupiah

Dengan adanya harga baru ini, kata Jero Wacik, Indonesia akan mendapatkan USD 20,8 miliar sampai tahun 2034. Sementara dengan harga lama, jika renegosiasi gagal, Indonesia hanya akan mendapatkan USD 5,2 miliar sampai dengan tahun 2013.

“Maka per tahun mulai tahun ini kita akan mendapatkan Rp 12,5 triliun per tahun dari Fujian, harga barunya. Yang lama adalah Rp 3,1 triliun per tahun, sekarang Rp 12,5 triliun jadi tambahannya untuk negara adalah Rp 9 triliun per tahun,” tandas Jero. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Pertama Puasa, Banyak Pedagang Pilih Libur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler