Harga Kenaikan Turun, Pengecer Elpiji Tetap Rugi

Selasa, 07 Januari 2014 – 09:06 WIB
Elpiji 12 Kg. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JATIASIH – Setelah mendapat protes keras dan penolakan di sana sini, akhirnya PT Pertamina Persero menurunkan harga Elpiji 12 kg nonsubsidi dari Rp117.708 menjadi Rp82.200 per tabung mulai tadi malam pukul 00.00.

Sayangnya, sejumlah pengecer mengaku tetap merugi lantaran mereka sudah telanjur membeli Elpiji dengan harga Rp117.708 per tabung dan penjualannya sepi karena masyarakat banyak beralih ke Elpiji kemasan 3 kg.

BACA JUGA: Transjakarta Telan Satu Nyawa Lagi

’’Saya sudah beli sepuluh yang 12 kg dengan harga mahal, berarti saya jadi rugi dong kalau besok (hari ini) harganya diturunkan lagi,” kata Muhadi (38) pedagang gas eceran di Jl Wibawa Mukti, Jatiasih, Senin (6/1).

Dia mengaku, saat Pertamina mengumumkan kenaikan harga Elpiji 12 Kg dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 pada 1 Januari 2014 kemarin, dirinya langsung membeli 12 Elpiji  ukuran 12 kg untuk berjaga-jaga kalau terjadi kelangkaan. Kini, dia mengaku kebingungan jika harga Elpiji yang dibelinya dengan mahal itu harus ikut diturunkan sesuai dengan penurunan yang dilakukan Pertamina.

BACA JUGA: Cabut Pentil Tak Efektif, Motor Diangkut Sekalian

’’Saya bingung kalau harus dijual murah. Dari mana ambil keuntungannya. Padahal penjualan gas 12 kg saat ini sedang lesu. Mereka yang biasa beli 12 kg kini beralih ke 3 kg,’’ jelasnya.

Muhadi mengatakan, harga gas elpiji 12 kg pada Desember 2013 rata-rata dijual dengan harga Rp87.000. Setelah ditetapkan naik pada 1 Januari 2014 dia membeli dari agen penjualan seharga Rp128 ribu dan dijual dengan harga Rp135 ribu.

BACA JUGA: Kampung Rambutan Bisa Tambah 100 Bus

’’Nah, sejak naik dan saya sudah mengambil stok dari agen, sampai sekarang belum ada yang sempat laku. Padahal saya sudah beli mahal, bagaimana ini kalau besok diturunin lagi,” keluhnya.

Dia menambahkan, kenaikan harga tabung gas Elpiji 12 kg juga dibarengi dengan kelangkaan tabung gas Elpiji 3 kg. Sudah sejak seminggu lalu Muhadi mengaku tidak lagi memiliki stok tabung 3 kg karena kelangkaan.

Kata dia, meski dirinya menemukan ada sebuah agen yang menyediakan tabung gas 3 kg, akan tetapi harga yang ditawarkan pun ikut melambung. Dari sebelumnya harga normal berkisar Rp14.000, agen kini sudah menjual Rp17.000.

’’Biasanya saya beli Rp14 ribu dan dijual Rp16 ribu. Terus kalau dari agen saja sudah Rp17 ribu mau saya jual berapa dong,” tukasnya. (mas/sam/dot)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Garap Serius Industri Kreatif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler