Harga Minyak Jatuh Pasca Kesepakatan Nuklir Iran

Senin, 25 November 2013 – 19:11 WIB

jpnn.com - LONDON--Harga minyak dunia jatuh setelah Iran sepakat membatasi aktifitas nuklirnya guna mendapatkan kelonggaran dari sanksi yang berjalan selama ini.

Iran merupakan negara yang memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia. Belakangan kegiatan jual beli minyak mereka terganggu menyusul sanksi yang dijatuhkan terhadap negara itu.

BACA JUGA: Philadelphia Larang Pembuatan Senjata dengan Printer 3D

Menurut BBC (25/11), Iran telah mendapatkan kelonggaran sanksi namun negara itu belum diizinkan untuk menambah penjualan minyaknya hingga enam bulan ke depan.

Kesepakatan nuklir Iran dengan barat telah mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang merupakan kawasan penghasil minyak untuk kebutuhan dunia.

BACA JUGA: Lapisan Es Greenland Lebih Tipis

Harga minyak Brent jatuh lebih dari dua persen dalam perdagangan awal yang dibuka hari ini. Harga minyak jenis ini turun USD 2,42 menjadi USD 108.63 per barel.

Sementara harga minyak light sweet AS jatuh 84 sen menjadi USD 93,64 per barel. "Ada banyak sanksi yang telah dilonggarkan dan ini akan membuat Iran secara perlahan kembali masuk kedalam kegiatan ekonomi global," kata Jonathan Barrat, Kepala Ekonom di Barrat's Bulletin.

BACA JUGA: Goyang Gangnam Style, Dua Orang Tewas

Saat sanksi diberlakukan kepada Iran sejumlah negara seperti China, Jepang, India, Korea, dan negara-negara pembeli minyak terbesar dari Iran telah memangkas impor minyak mereka dari negara itu. Uni Eropa juga ikut menerapkan larangan pembelian minyak dari Iran.

Masuknya Iran membuat banyak perkiraan terkait masa depan harga minyak dunia. Namun sejumlah pengamat memperkirakan harga minyak tidak akan turun lebih jauh lagi hingga pasar bisa memastikan detail dari kesepakatan Iran ini.

Banyak juga yang memperkirakan penurunan harga minyak dunia kali ini adalah reaksi spontan dari dilonggarkannya sanksi untuk Iran. "Beritanya lagi panas di media sehingga ada semacam reaksi spontan dari pasar," kata Ben le Brun, analis pasar di Sydney. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kartun Cabul Tony Abbot di Rakyat Merdeka Panaskan Australia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler