Harga Minyak Terus Tertekan

Selasa, 04 Februari 2020 – 10:38 WIB
Ilustrasi minyak dunia. Foto: pixabay

jpnn.com - Harga minyak terus tertekan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar terbebani atas kekhawatiran melemahnya permintaan untuk energi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 turun 1,45 dolar AS atau 2,8 persen, menjadi menetap di 50,11 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA: Virus Corona Merontokkan Harga Minyak Dunia

Pada awal sesi itu, patokan AS sempat turun lebih dari tiga persen menjadi 49,91 dolar AS per barel, tingkat terendah sejak Januari 2019.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 2,17 dolar AS atau sekitar 3,8 persen, menjadi ditutup pada 54,45 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA: Gubernur Anies Diingatkan Jangan Main-Main dengan Penegakan Hukum dan HAM

"Ini mencerminkan kekhawatiran tentang pendinginan potensial permintaan sebagai akibat dari wabah virus corona yang baru," kata analis energi di Commerzbank Research mengatakan dalam sebuah catatan pada Senin.

Ia menambahkan, "OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), karena itu berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mengimbangi penurunan permintaan dengan melakukan pemotongan pasokan lebih lanjut."

BACA JUGA: Harga Minyak Turun

OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sedang mempertimbangkan pertemuan pada Februari, bukan Maret, menurut beberapa laporan.

Pada Desember, kelompok itu setuju untuk memperdalam pemotongan produksi dengan tambahan 500.000 barel per hari, sehingga total pemotongan menjadi 1,7 juta barel setiap hari.

OPEC, Rusia dan produsen lain sebagian besar membatasi produksi minyak dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan harga. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler