Harga Sawit Mulai Menguat

Jumat, 28 Desember 2012 – 11:06 WIB
JAMBI-Menjelang pergantian tahun, Harga tandan buah segar (TBS) mulai menguat. Ini terkait dengan berkurangnya produksi buah setelah sempat banjir suplai dalam dua bulan terakhir.

Dalam rapat hasil rapat penetapan harga TBS kelapa saawit untuk periode 28 Desember 2012 hingga 3 Januari 2013, harga TBS mengalami pergerakan positif. Dimana, untuk umur 3 tahun harganya Rp922,63, umur 4 tahun Rp974,15, umur 5 tahun 1.019,82, umur6  tahun 1.063,08, umur 7 tahun  Rp1.090,04, umur 8 tahun 1.112,24, umur 9 tahun 1.112,24 dan umur 10 tahun 1.167,36.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Putri Rainun mengatakan berdasarkan hasil rapat kemarin, harga TBS menguat 20-an poin. Sepertinya ada pergerakan harga yang terus positif. “Jalur distribusi dari pelabuhan sudah mulai lancar. Antrian di pabrik juga sudah teratasi,”ujarnya saat ditemui, Kamis (27/12).

Kondisi ini terjadi karena produksi buah di kalangan petani juga tak sebanyak seperti sebulan lalu. Sehingga ini juga mendongkrak harga TBS. “Memang belum bisa dipastikan apakah akan terus seperti ini. Tapi kondisi sudah lebih baik,”ujarnya.

Terkait persoalan harga petani swadaya yang diributkan baru-baru ini, Putri mengatakan Gubernur Jambi sudah menyurati seluruh bupati yang memiliki lahan perkebunan sawit untuk menegaskan penerapan harga TBS. “Kita sudah koordinasi dan terbukti Bapak Gubernur sudah mengirimkan surat ke seluruh bupati,”ujarnya.

Surat yang bertanggal 21 Desember ini  meminta seluruh bupati agarmenegaskan ke perusahaan pabrik minyak kelapa sawit yang berada di wilayahnya untuk menerapkan harga pembelian TBS sesuai dengan yang telah ditetapkan tim Pokja penetapan harga TBS kelapa sawit provinsi Jambi.

Tidak hanya itu, TBS kelapa sawit kebun swadaya diharapkan juga dapat dibeli dengan harga yang telah ditetapkan tim apabila kualitasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan difasilitasi untuk membuat kemitraan dengan perusahaan PMKS terdekat.

Yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi pabrik minyak kelapa sawit yang tidak memiliki izin dan tempat penampungan buah liar agar ditutup.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (Apkasindo) Muhammad mengatakan kondisi harga di lapangan saat ini memang relatif lebih stabil. Ini karena persoalan yang terjadi sebelumnya seperti penolakan pembelian buah, harga anjlok berangsur pulih. “Sekarang petani swadaya sudah bisa jual Rp800, sementara petani mitra sesuai dengan yang ditetapkan,”katanya saat ditemui, kemarin.

Hanya saja, pemerintah harus belajar dengan kondisi yang baru terjadi ini. Dimana, terjadi over suplai yang menyebabkan tidak tertampungkan hasil panen petani yang tentunya sangat merugikan. “Ini yang harus dieveluasi, berapa luas lahan sawit. Karena yang terdata saat ini hanya kebun plasma dan inti sementara kebun swadaya tidak,”ujarnya.

Ini untuk mengetahui apakah kapasitas pabrik bisa memenuhi hasil panen dari seluruh petani di Jambi. Sehingga nantinya bisa diambil kebijakan apakaha dilakukan moratorium pembanguna kebun sawit hingga penambahan kapasitas pabrik.”Kita harus belajar dari pengalaman. Karena tahun 2013 kondisi ini bisa saja terjadi kembali,”ujarnya.(nid)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 1.400 Sumur Tua akan Direproduksi

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler