Harga Sembako Relatif Stabil

Jumat, 28 Desember 2012 – 09:53 WIB
MATARAM-Menjelang pergantian tahun, harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional relatif stabil. Tidak ada kenaikan harga yang mencolok. Harga beras misalnya, masih tetap di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per kilogram.  Sementara minyak goreng dijual di kisaran Rp 8.300 sampai Rp 8.500 per kilogram.

‘’Jumlah pembeli juga sama dengan hari-hari biasanya,” kata Kadek Kanter, salah satu pedagang sembako di Pasar Pagesangan, Kamis (27/12).

Biasanya, kata dia, pembelian justru mengalami peningkatan pada bulan Januari. Terlebih pada perayaan maulid Nabi Muhammad. Selain harga sembako, harga daging sapi juga tidak mengalami kenaikan di akhir tahun. Harga daging dengan kualitas baik berkisar Rp 80 ribu per kilogram, kualitas sedang Rp 70 ribu, dan kualitas kurang Rp 50 ribu-Rp 60 ribu.  ‘’Pasokan daging sapi lebih sedikit di bulan Desember ini,’’ ujar pedagang daging Hajah Taskiah.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB H Hery Erpan Rayes mengatakan, harga daging sapi saat ini sudah normal. ‘’memang pascalebaran dan Natal mengalami kenaikan tetapi sekarang sudah turun perlahan-lahan, tidak bisa turun langsung seperti semula. Itu namanya psikologis pasar, Mas,” terangnya.

Sementara itu, pantauan Koran ini di tempat pemotongan hewan di Majeluk, jumlah sapi yang  dipotong per harinya relatif stabil bahkan pada hari-hari tertentu mengalami penurunan. “Di sini biasanya sehari bisa memotong 20 ekor sapi. Tapi kadang menurun menjadi 15 ekor, karena pasokan sapi yang datang ke tempat pemotongan menurun,” kata penanggung jawab rumah pemotongan tersebut,  Timan.   

Begitu pun daging ayam. Kalaupun ada kenaikan harga, tidak terlalu signifikan. ‘’Kenaikan harga bisa mencapai angka Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Pendapatan cenderung stabil menjelang akir tahun,” ungkap Ana, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Pagesangan.

Di bagian lain, isu tentang daging sapi yang dicampur dengan daging babi, ternyata tak berdampak terhadap penjualan daging sapi di Kota Mataram. Buktinya permintaan daging sapi di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Kebon Roek dan lainnya tetap stabil.

‘’Tidak ada pengaruh beredarnya isu tersebut dengan penjualan daging sapi. Pembeli masih banyak yang datang ke sini untuk membeli daging,’’ kata salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kebon Roek, kemarin.  (cr-nur/cr-wik/cr-ndo/cr-zua/c r-puj/cr-fai)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan Pastikan Adhi Karya Enggan Gandeng Jakarta Monorail

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler