Harga Sembako Terus Melonjak

Rabu, 18 Juli 2012 – 09:25 WIB

MATARAM-Semakin mendekati bulan puasa, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di daerah terus mengalami lonjakan. Kenaikan harga yang paling menonjol terlihat pada daging. Harga daging sapi sudah menembus Rp 80 ribu. Padahal, sebelumnya harga daging sapi per kilogram berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu. Namun, tiga hari menjelang puasa, harga daging sapi langsung meroket.

Tidak hanya daging sapi, daging ayam pun ikut naik. Jika sebelumnya harga daging ayam potong Rp 20 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp 25 ribu. ‘’Dari tempat pemotongan naik,’’ kata penjual daging di Pasar Mandilika, Sahrah.
 
Ia mengaku kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak pekan lalu. Ia tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga daging. Yang pasti, kata dia, kenaikan harga daging sudah berlangsung dari tempat pemotongannya. ‘’Kita ikut harga di tempat pemotongan. Kalau naik di sana (rumah potong hewan, Red), praktis harga yang kita pasang ikut naik juga,’’ jelasnya.

Rupanya, para pedagang ini tidak mau disalahkan. Mereka mengaku, kenaikan harga daging ini disebabkan minimnya stok. Karena, daging yang dijual itu kebanyakan berasal dari luar daerah. ‘’Kalau harga naik memasuki bulan puasa, itu sudah bisa,’’ imbuhnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Amrin.  Ia mengaku, kenaikan harga ini bukan permainan pasar. Namun, harga daging sudah naik di tempat pemotongan. ‘’Kalau dibilang karena banyak permintaan, tidak juga. Masih biasa-biasa saja kok,’’ akunya.

Harga bumbu dapur juga menunjukan kenaikan, meski tidak terlalu signifikan. Harga bawang putih sekarang Rp 23 ribu. Sebelumnya harga bawang putih itu hanya Rp 15 ribu. Untuk cabe besar harganya naik menjadi Rp 31 ribu. Harga cabe ini sebelumnya Rp 15 ribu.

Minyak goreng curah kini dijual Rp 12 ribu per kilogram dari harga sebelumya Rp 10 ribu. Sementara, harga telur naik menjadi Rp 1.200 dari yang sebelumnya Rp 1.000.  Sementara, harga bawang merah dan tomat malah turun. Tomat sekarang hanya Rp 2.500 per kilo.

Pedagang bawang, Husein mengatakan, harga bawang masih stabil karena stoknya masih aman. Biasanya harga bawang akan naik, jika musim panen usai, tapi saat ini petani bawang sedang memanen. ‘’Belum naik, masih aman,’’ kata padagang asal Sape, Kabupaten Bima ini. (mis)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 55 Orang Imigran Kabur di Tanjungpinang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler