Harga Swab PCR di Indonesia Sudah Murah, India Lebih Rendah Lagi

Selasa, 24 Agustus 2021 – 12:48 WIB
Ilustrasi - Sejumlah klinik dan rumah sakit saling bersaing mempromosikan harga swab antigen dan juga PCR. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu negara dengan harga swab PCR termurah di Asia Tenggara.

Hal itu dapat terjadi setelah pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga.

BACA JUGA: Aparat TNI dan Warga Saling Pukul, Begini Sikap Kodim Buleleng

Pemerintah menetapkan harga swab PCR berkisar Rp 495 ribu-Rp 525 ribu.

Penurunan harga diberlakukan demi memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan tracing dengan tarif yang terjangkau, hasil cepat dan akurat.

BACA JUGA: KSAD Sebut Hal Penting Soal Garuda Shield di Masa Pandemi

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Indonesia memiliki tarif yang lebih murah dibandingkan beberapa negara Asia seperti Thailand dengan kisaran Rp 1,3 juta–Rp 2,8 juta untuk sekali Swab PCR.

Sedangkan Singapura seharga SGD 160 atau Rp 1,5 juta untuk layanan Swab Test PCR.

BACA JUGA: Ada yang Memelintir Ceramah Gus Baha untuk Adu Domba

Sementara India mendapatkan subsidi penuh dari pemerintah, serta alat Swab Test PCR, reagen yang digunakan hingga obat-obatan yang diproduksi sendiri.

Tidak heran, tarif untuk Swab Test PCR di negeri tersebut jauh lebih murah dari Indonesia dan bahkan negara-negara berkembang lainnya.

"Jika saja Indonesia sudah bisa memproduksi reagen dan komponen pendukung Swab Test, pasti harganya bisa dikontrol, dikendalikan dan murah."

"Kendala saat ini adalah kita masih menggunakan reagen dan komponen impor dan biaya investasi yang tinggi terutama alat laboratorium yang digunakan," ujar Dicky Gunawan, epidemiolog dalam keterangan resminya pada Selasa (24/8).

Informasi menyebut Pemerintah kota Delhi, India menetapkan harga PCR sebesar 500 rupee atau setara Rp 96.000.

Untuk tes swab antigen pemerintah India menetapkan harga tes sebesar 300 rupee atau setara dengan Rp 58.000.

Angka penularan COVID-19 pada akhir Juli lalu dapat mencapai 56.747 kasus aktif per hari.

Kini, kasus harian berada pada sekitar 20.000 per hari.

Program pembatasan sosial secara berkala yang diterapkan sudah membawa dampak yang cukup signifikan pada angka kasus harian.

Penurunan kasus aktif juga terjadi dengan adanya harga Swab murah terjangkau.

Kemudian kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan secara mandiri melalui Swab Antigen maupun Swab Test PCR juga kian meningkat, terutama di kota-kota besar.(Antara/gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler