Harga TBS Sawit Tembus Rp 2.542 jadi Penyelamat Masyarakat di Masa Sulit

Minggu, 29 Agustus 2021 – 21:45 WIB
Proses pemanenan buah kelapa sawit. Foto: Antara

jpnn.com, SAMBAS - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang tembus di angka Rp 2.542 per kilogram dinilai menjadi penyelamat ekonomi masyarakat di masa sulit ini.

"Belum pernah dalam sejarah harga sawit seperti sekarang ini harganya," kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sambas Ahmad Hafsak Setiawan, Minggu (29/8).

BACA JUGA: Alhamdulillah, Harga TBS Sawit Kalbar Naik Lagi, Jadi Sebegini

Ahmad mengatakan, di tengah masa pandemi ini sektor perkebunan tidak banyak terdampak terhadap lesunya ekonomi akibat wabah Covid-19.

"Sehingga sawit menjadi sektor penyelamat di tengah resesi ekonomi ini dan harus terus dijaga agar harga terus stabil. Dengan harga meningkat dan stabil maka ekonomi petani dan daerah akan baik pula," jelas dia.

BACA JUGA: Harga TBS Meroket, Petani Kelapa Sawit di Kaltim Senang

Prospek sawit ke depannya sangat menjanjikan untuk itu diharapkan perlu pembinaan dari dinas terkait terhadap petani kelapa sawit khususnya petani mandiri.

"Untuk di Kabupaten Sambas jumlah petani mandiri sangat banyak perlu pendataan yang akurat terhadap jumlah petani mandiri dan pembinaan terhadap mereka," jelas dia.

Pembinaan ke pada petani khususnya dalam pengadaan bibit sawit unggul agar produksi petani sawit mandiri bisa maksimal.

Di lapangan kebanyakan yang beredar di masyarakat masih banyak bibit asal-asalan yang belum jelas dan merugikan petani.

"Perlu adanya pendampingan dan penyuluhan terhadap petani agar bisa menggunakan bibit sawit unggul," katanya.

Terkait adanya program replanting dari Program Sawit Rakyat (PSR) dari pemerintah sangat membantu untuk petani mandiri yang sawitnya sudah perlu peremajaan atau petani yang akan mengganti bibit asal-asalan dengan bibit sawit unggul.

"Semoga PSR terus berkelanjutan agar dapat membantu petani mandiri untuk memiliki kebun yang berproduksi tinggi," harap Ahmad.

Selain itu, Ahmad berpesan, juga penting untuk pengawasan terhadap peredaran pupuk non subsidi.

"Karena sekarang harga pupuk non subsidi sangatlah tinggi dan banyak dikeluhkan oleh petani sawit," katanya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar harga TBS tertinggi Periode I Agustus 2021 di umur 10-20 yakni capai Rp2.542 per kilogram.

Sedangkan harga CPO capai Rp11.659,58 per kilogram dan karnel atau PK Rp5.956,47 per kilogram. (antara/mar1/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler