Harga Tes PCR Turun, Alvin Lie Bilang Begini 

Rabu, 27 Oktober 2021 – 12:27 WIB
Harga tes PCR. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat penerbangan sekaligus Komisaris PT Asia Aero Technology Alvin Lie menilai harga tes PCR yang ditetapkan saat ini oleh pemerintah dianggap relatif.

Menurut dia, harga itu tergantung kepentingan masyarakat yang ingin melakukan berpegian menggunakan moda transportasi penerbangan.

BACA JUGA: Mayat Perempuan di Cipanas, Berbaju Merah, Ada yang Kenal?

"Mahal atau murah (harga PCR, red) itu relatif," kata dia saat dihubungi JPNN.com, Rabu (27/10).

Menurut dia, lantaran jadikan syarat wajib tes PCR untuk semua penumpang, maka harganya menjadi mahal.

BACA JUGA: Tarhaji Babak Belur Dikeroyok Pengunjung Warung Remang-Remang

Sebab, ujar dia, pengguna transportasi udara tidak hanya dari golongan orang berkantong tebal.

Namun, masyarakat ekonomi ke bawah pun menggunakan transportasi tersebut.

"Justru yang sangat kaya tidak lagi naik penerbangan berjadwal. Mereka charter pesawat pribadi," tuturnya.

Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memperhatikan terlebih dahulu masyarakat sebelum mengambil keputusan untuk mematok harga PCR.

Sebab, kata dia, sebagian besar penumpang yang menggunakan moda transportasi udara dalam rangka pekerjaan atau bisnis.

Jika tetap diwajibkan untuk menggunakan tes PCR, maka akan berdampak pada sebuah perusahaan.

"Biaya Wajib PCR berdampak pada naiknya biaya operasi perusahaan. Ekonomi biaya tinggi," kata Alvin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya menekan harga polymerase chain reaction test atau tes PCR maksimal Rp 300 ribu.

Instruksi itu sebagai respons terhadap banjir kritik atas kebijakan pemerintah yang mewajibkan pelaku perjalanan udara atau penumpang pesawat melakukan tes PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

"Arahan presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam keterangan pers secara virtual, Senin (25/10). (ddy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler