Harga Tiket Mahal, Jumlah Pemudik via Pesawat Turun

Minggu, 26 Mei 2019 – 01:20 WIB
Petugas maskapai penerbangan melayani konsumen soal tiket pesawat. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Pemudik dengan pesawat terbang sempat dibikin waswas oleh harga tiket pesawat yang masih mahal.

Hal itu berpotensi memengaruhi okupansi saat arus mudik Lebaran. Seperti yang terlihat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan pada Kamis (23/5) pagi.

BACA JUGA: Tol Trans Sumatera Siap Layani Mudik Lebaran 2019, Dulu 12 Jam Kini Hanya 6 Jam

Saat itu ruang tunggu di pintu delapan pada pukul 10:49 Wita terlihat sepi.

BACA JUGA: Buka Posko Pengawasan Harga Tiket Pesawat di 36 Bandara

BACA JUGA: BKN : PNS Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyatakan, tahun ini diperkirakan ada penurunan jumlah penumpang.

Tahun lalu kenaikan jumlah penumpang pemudik mencapai 4,5 persen, tahun ini angkanya diprediksi hanya 2,8 persen.

BACA JUGA: Mudik Lebaran, Seluruh Ruas Jalan Tol di Indonesia Diskon 15 persen

“Penyebabnya ya karena tren. Tren di dua tiga bulan terakhir menurun traffict-nya. Tumbuh, tetapi kecil,” ungkapnya.

Menurut Polana, tahun ini pemudik memiliki banyak pilihan moda transportasi untuk merayakan hari raya di kampung halaman.

Sebut saja transportasi darat dengan tol trans-Jawa yang telah tersambung dari Jakarta hingga Probolinggo.

Pemudik di Jawa bisa saja ingin merasakan perjalanan di tol yang telah dioperasikan sepanjang 996 kilometer itu.

“Ya, infrastruktur lebih bagus. Sekarang penumpangnya banyak pilihan,” katanya.

Kemenhub, imbuh Polana, tidak bisa melakukan banyak intervensi terkait hal tersebut.

Menurunnya jumlah penumpang pesawat pada periode mudik kali ini merupakan akibat mekanisme pasar.

Terkait harga tiket pesawat, setelah dilakukan penyesuaian tarif batas atas (TBA) melalui Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106/2019, Ditjen Perhubungan Udara terus memantau pergerakan harga tiket pesawat.

Masyarakat diminta proaktif apabila menemukan harga tiket yang tidak sesuai ketentuan.

Polana menjelaskan, pihaknya akan memantau 36 bandara. Di bandara-bandara tersebut akan ada posko untuk mengawasi tarif tiket pesawat. Posko juga digunakan sebagai edukasi kepada penumpang.

“Kami akan memberikan informasi bahwa harga tiket itu dikurangi pajak, iuran wajib Jasa Raharja, dan PSC (passenger service charge, Red),” terangnya.

Informasi itu disampaikan dalam bentuk pamflet dan baliho. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat diharapkan bisa turut memantau apakah biaya tiket sudah sesuai dengan ketentuan KM 106/2019 atau belum.

Sebelumnya, Direktorat Angkutan Udara telah memantau tarif tiket pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pengawasan dilakukan pada tujuh badan usaha angkutan udara (BUAU).

Antara lain Garuda Indonesia sebanyak 12 rute, Batik Air 11 rute, Sriwijaya 10 rute, dan Citilink 10 rute. Lalu Lion Air sebanyak 18 rute, Indonesia AirAsia 3 rute, dan Trigana Air 1 rute.

Polana memastikan bahwa tarif yang diterapkan operator penerbangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila melanggar, akan ada sanksi administratif.

Kepala Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IV Elfi Amir menyatakan, pemantauan dan evaluasi di wilayah kerjanya dilakukan secara berkala. Tidak hanya pada musim mudik.

“Kami terus mengingatkan maskapai dan stakeholder penerbangan terkait untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa,” tuturnya.

Terpisah, General Manager Angkasa Pura (AP) I Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan, penurunan tarif diharapkan bisa mengangkat jumlah penumpang.

Meski tidak signifikan, setidaknya bisa memberikan napas agar masyarakat yang ingin mengakses transportasi udara ini lebih mudah.

“Proyeksinya sulit untuk naik karena kondisi ekonomi memang sedang turun. Namun, kami harap sama dengan tahun lalu,” katanya.

Dia mengakui, kehadiran bandara di Kota Tepian turut berdampak pada jumlah penumpang di Bandara SAMS Sepinggan.

“Sepertinya data tahun ini akan anjlok dari tahun lalu sekitar 30 persen. Sekarang turunnya per hari hampir 6.200 penumpang,” ucapnya. (aji/ndu2/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mobil Bekas Jenis Ini Paling Diincar Saat Mudik Lebaran


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler