Hari Guru Nasional, Ini Permintaan Guru Honorer Negeri kepada Pak Jokowi

Selasa, 23 November 2021 – 07:28 WIB
Ketua Paguyuban GTT/PTT Kebumen Musbihin (kanan) bersama anak-anak didiknya, menyampaikan tuntutan guru honorer berkaitan dengan Peringatan Hari Guru Nasional. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2021 menjadi momentum bagi para honorer untuk menyampaikan aspirasinya.

Mereka berharap Presiden Joko Widodo memberikan kado istimewa seperti tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Guru Honorer Senior & Junior Bersatu, Aksi 25 November Menyoroti Seleksi PPPK 2021

"Semoga di HUT PGRI dan HGN ada kado istimewa dari Pak Presiden. Salah satunya kesempatan mengikuti pendidikan profesi guru (PPG)," kata Ketua Paguyuban GTT/PTT Kabupaten Kebumen Musbihin kepada JPNN.com, Senin (22/11).

Dia mengatakan kesempatan untuk mengikuti PPG sangat dinantikan guru honorer negeri karena bisa meningkatkan pendapatan mereka.

BACA JUGA: Jelang Tes PPPK Tahap II, Guru Honorer PAI Mengajukan 2 Permintaan

Selama ini guru honorer negeri digaji murah, sekitar Rp 450 ribu per bulan. Beruntung di sejumlah daerah mereka mendapat tambahan insentif tergantung kemampuan fiskal daerah.

Berbanding terbalik dengan guru swasta, yang sangat mudah mengikuti PPG. Dengan modal mengajar dua tahun saja sudah bisa mengikuti PPG karena syaratnya sangat mudah. Cukup dengan tanda tangan ketua yayasan.

BACA JUGA: Mayjen Purnawirawan Ungkap Sosok Wanita Memaki Mamanya Arteria Dahlan, Ada Brigjen

"Mudah-mudahan Pak Jokowi memberikan regulasi untuk guru honorer negeri mengikuti PPG," ucapnya.

Hal lain yang diminta Musbihin adalah bagi guru honorer yang lulus passing grade PPPK tahap I, tetapi tanpa formasi tetap diberikan perhatian khusus.

Kalaupun mereka harus ikut tes PPPK tahap II, sebaiknya kelulusan di tahap I tidak diabaikan.

Begitu juga dengan guru honorer yang tidak lulus tes PPPK tahap I, jangan diadu dengan guru swasta dan lulusan PPG yang sudah memiliki Serdik sehingga sudah mengantongi tabungan nilai kompetensi teknis 500 poin.

Selain itu guru swasta dengan serdiknya mendapatkan tambahan penghasilan Rp 1,5 juta dari pemerintah. Sungguh kata Musbihin, ketimpangan sosial itu tampak nyata.

"Tolong Pak Jokowi, berikan kemuliaan bagi guru honorer negeri. Kalau tulus ingin membantu guru honorer negeri, jangan diadu dengan guru swasta dan PPG," pintanya. (esy/jpnn)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler