Hari ini, Nasib Presiden Korsel Ditentukan

Jumat, 02 Desember 2016 – 06:46 WIB
Park Geun-hye. Foto: AFP

jpnn.com - SEOUL - Karier politik Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memasuki klimaks-nya hari ini. Parlemen akan melaksanakan pemungutan suara. 

Sebanyak 300 anggota dewan akan memilih, akankah Park dimakzulkan atau parlemen mendukung keinginan presiden perempuan pertama Korsel itu. Yakni, menetapkan tanggal agar Park mundur dengan terhormat.

BACA JUGA: 13 Negara Kaget, Jonan Bekukan Keanggotaan Indonesia di OPEC

Berdasarkan survei yang dilakukan Real Meter, lebih dari 75 persen penduduk Korsel setuju Park dimakzulkan. Namun, suara parlemen tidak begitu setuju. Awalnya, banyak anggota partai penguasa, Saenuri, yang mendukung keinginan partai oposisi untuk memakzulkan Park. Namun, setelah Park berpidato dan meminta parlemen menetapkan tanggal pengunduran dirinya, posisi berubah. 

Rabu (1/12) kemarin, pemimpin Partai Rakyat Park Jie-won menegaskan, jika memaksakan diri memakzulkan Park tanpa ada kepastian dukungan dari Partai Saenuri, imbasnya bakal buruk. 

BACA JUGA: 11 Anak Tewas, Manajer Asrama Ditahan

Koalisi partai oposisi ditambah dengan anggota parlemen independen memang hanya berjumlah 178 orang. Agar pemakzulan lolos, dibutuhkan minimal 28 suara dari legislator partai pengusung Park, Saenuri.

’’Jika mosi (pemakzulan) ini ditolak, hal tersebut secara efektif (sama saja seperti) mengampuni dosa-dosanya (Park Geun-hye Red),’’ tegas Park Jie-won. 

BACA JUGA: Fidel Castro, Satu di Antara Sedikit Manusia yang Hidupnya Sempurna

Dia ingin pemakzulan digelar minggu depan saja dengan kepastian dukungan dari legislator Saenuri. Namun, di sisi lain, pemimpin Partai Demokratik Choo Mi-ae bersikukuh pemakzulan digelar hari ini. Dengan begitu, pada akhir Januari, Park tidak lagi berstatus orang nomor satu di Korsel.

Sementara itu, kemarahan warga Korsel akan sikap Park yang seakan mengulur-ulur waktu memuncak. Kemarin (1/12) rumah kelahiran Park Chung-hee, mantan presiden Korsel yang juga ayah Park, dibakar. Polisi langsung berhasil menangkap pelaku. Pria yang bernama Baek tersebut mengaku benci dengan putri sang diktator tersebut. 

’’Presiden (Park Geun-hye, Red) seharusnya sudah mengundurkan diri atau bunuh diri. Saya melakukan pembakaran karena dia tidak melakukan keduanya,’’ ujar tersangka itu seperti ditirukan kepolisian. 

Rumah tempat kelahiran Park Chung-hee di Kota Gumi, Korsel, tersebut terdiri atas beberapa bangunan. Salah satunya berfungsi sebagai tempat untuk memberikan penghormatan. Ruang itulah yang terbakar cukup parah. Foto presiden yang dibunuh kepala intelijennya sendiri itu ikut terbakar. 

Pembakaran terjadi pukul 15.15 waktu setempat. Api berkobar selama sepuluh menit. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Pelaku yang berusia 48 tahun itu mengaku menggunakan cairan tiner untuk memuluskan aksinya. 

Mendiang  Park Chung-hee terkenal sebagai diktator bertangan besi. Meski begitu, di kalangan orang-orang tua yang konservatif, dia sangat dicintai. Dia dianggap berjasa mengeluarkan Korsel dari kemiskinan. Penduduk silih berganti berziarah ke rumah kelahirannya. (afp/yonhap/sha/c17/any/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Meski Masih Setengah Hati, Presiden Akhirnya Siap Mundur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler