Hari Ini Usia Hasto PDIP Bertambah, tetapi Tak Ada Tiup Lilin ataupun Tumpeng Ultah

Selasa, 07 Juli 2020 – 07:07 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat mendaki Gunung Sanghyang di Bali pada Juni lalu. Foto: dokumentasi pribadi for jpnn.com

jpnn.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bertambah usia pada Selasa ini (7/7). Namun, politikus kondang kelahiran 7 Juli 1966 itu memilih tak merayakan ulang tahunnya yang ke-54.

“Situasi sekarang tidak pas untuk memadamkan api lilin ulang tahun. Lebih baik diganti dengan menyalakan api perjuangan, jadi tidak pas memotong-motong tumpeng,” ujar Hasto pada Senin (6/7) malam.

Bisa jadi banyak orang menduga Hasto sebagai sekretaris jenderal partai terbesar di Indonesia akan menggelar perayaan ulang tahunnya secara istimewa. Walakin, politikus asal Yogyakarta itu memilih mengabaikan hari yang semestinya spesial baginya.

BACA JUGA: Doa & Harapan Hasto Jelang Pergantian Tahun di Puncak Gunung

Hasto beralasan, bukan saat tepat baginya merayakan hal pribadi pada masa pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19). Bagi penyandang gelar insinyur dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, merayakan ultah secara berlebihan saat rakyat sedang susah jelas bertentangan dengan kata hatinya.

Lebih lanjut Hasto menuturkan, dirinya biasanya memperingati saat-saat istimewa dengan berkontemplasi. Oleh karena itu, Hasto memilih menyatu dengan alam.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, Hasto: Kami Tetap Solid

Memang, beberapa kali Hasto naik gunung. Pada hari terakhir 2018 dan 2019, Hasto mendaki gunung sehingga jauh dari ingar bingar perayaan malam tahun baru.

Jelang peringatan hari lahir Bung Karno pada Juni lalu pun Hasto kembali mendaki gunung. Favoritnya adalah Gunung Sanghyang di Bali.

BACA JUGA: Gunung Sanghyang, Kisah Soekarno dan Doa Mulia Hasto

"Kami diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa berpolitik itu mengalir napas, dedikasi bagi bangsa dan negara, sehingga harus diperkuat dengan tradisi kontemplasi. Tradisi hening juga dilakukan oleh Bung Karno," tambah dia.

Hasto menambahkan, caranya memperingati pertambahan usianya kali ini adalah dengan menggelorakan gotong royong untuk menanggulangi Covid-19 dan menepis berbagai isu yang merongrong PDIP. Seiring pertambahan usia, Hasto ingin mewarisi api semangat dari Bung Karno dan Megawati.

"Hasilnya adalah satunya kata dan perbuatan. Selain itu, ide, pemikiran dan gagasan Bung Karno untuk Indonesia dan dunia selalu relevan," ujarnya.

Namun, Hasto juga punya resep hidup sehat. Pria berzodiak Kanser itu rajin minum jamu dan mengampanyakennya.

Hasto sangat membanggakan jamu yang menurutnya bukan hanya berkhasiat, tetapi juga merupakan warisan leluhur yang mewarnai peradaban Nusantara. Terlebih, Indonesia juga kaya akan bahan-bahan untuk jamu.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini, saya sekarang kerap berolahraga untuk menjaga tubuh dan minum jamu," tuturnya.(tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler