Hari Kebangkitan Nasional: Ilmuwan Indonesia Selangkah Melawan Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020 – 21:17 WIB
Menteri Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan  Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, hari ini Rabu (20/5) merupakan momentum spesial bagi para ilmuwan dan peneliti tanah air.

Pada Hari Kebangkitan Nasional ini, telah diluncurkan produk-produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 yang merupakan hasil karya anak bangsa.

BACA JUGA: Menristek Beri Dukungan Ridwan Kamil Terkait Inovasi Alat Medis Covid-19

55 produk ristek dan inovasi yang 9 di antaranya adalah produk unggulan, merupakan hasil penelitian konsorsium yang dibentuk pada Maret atas inisiatif Kemenristek untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Produk-produk unggulan tersebut antara lain RT-PCR test kit, rapid diagnostics test IgG/IgM, emergency ventilator, imunomodulator, terapi plasma convalescent, unit laboratorium bergerak dengan biosafety level (BSL) 2, kecerdasan buatan pendeteksi Covid-19 dari hasil sinar-X, robot medis dan penyinaran UV, serta air purifying respirator.

BACA JUGA: Ilmuwan Indonesia Merasa Tidak Dilibatkan dalam Menangani Virus Corona

"Kami ingin menjadi bagian dari solusi penanganan Covid-19. Kami menyadari bahwa riset dan inovasi berperan penting dalam menanggulangi pandemi," jelas Menteri Bambang dalam peluncuran produk inovasi Covid-19 secara virtual di Jakarta, Rabu (20/5).

Peluncuran produk riset dan inovasi ini dihadiri Presiden Joko Widodo, Wapres KH Ma'ruf Amin, para pimpinan kementerian/lembaga, para rektor, peneliti, dan ilmuwan.

BACA JUGA: Menristek Bambang: 10 Ribu Rapid Test Kit Corona Siap Diluncurkan

Dia menjelaskan, prioritas dalam jangka pendek berfokus pada penelitian dan kajian sistematik terhadap berbagai aspek dari Covid-19. Termasuk di dalamnya pengembangan Alat Pelindung Diri (APD), dan penelitian tanaman herbal peningkat imun.

Sementara itu, prioritas jangka menengah berfokus pada pengembangan dan pengkajian Rapid Test Kit Covid-19, baik untuk deteksi awal (early detection) maupun deteksi akhir (late detection).

Kemudian juga pengembangan suplemen, multivitamin, dan immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia, pengembangan robot layanan, Smart Infusion Pump, dan pengembangan alat bantu pernapasan.

Dalam jangka panjang, lanjut Bambang, ialah pengkajian dan pengembangan obat serta vaksin Covid-19.

Konsorsium melibatkan lembaga penelitian, perguruan tinggi, penelitian dan pengembangan Kementerian Kesehatan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, serta berbagai badan start-up di bidang kesehatan lainnya.

"Konsorsium inovasi dan riset ini terutama dalam pencarian upaya pencegahan pengobatan dan terapi yang efektif untuk mengembangkan rapid test kita buatan dalam negeri yang terus dikembangkan dari segi akurasi metode uji yang lebih mudah serta komponen reagen yang lebih sesuai dan mudah didapat," paparnya.

Bambang berharap hasil riset produk dalam negeri dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, tidak hanya dalam masa pandemi tetapi dalam jangka panjang.

"Saya minta agar sertifikasi produk inovasi konsorsium tidak hanya digunakan selama pandemi tetapi juga dalam jangka panjang sehingga dapat mendorong kemandirian produksi alat-alat kesehatan dalam negeri," katanya.

Jokowi dalam sambutannya meminta karya-karya dan riset yang dilakukan tak berhenti di laboratorium serta berupa purwarupa saja.

Riset-riset tersebut harus berbuah dan mampu berlanjut hingga tahap produksi massal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan diekspor ke mancanegara.

Untuk itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi erat antarkekuatan anak bangsa.

Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta masyarakat harus saling bergandeng tangan untuk mewujudkan hal itu.

"Sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, sudah saatnya masyarakat juga mulai mencintai produk-produk dalam negeri, dan kita harus bangga buatan Indonesia. Kita harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif. Ekosistem bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler