Hari Pertama PPKM Perpanjangan Rupiah Ditutup Menguat

Senin, 26 Juli 2021 – 21:42 WIB
Kurs rupiah menguat di PPKM perpanjangan hari pertama. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat pada hari pertama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa Bali.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan rupiah menjadi salah satu dari beberapa negara di Asia yang mengalami penguatan terhadap USD.

BACA JUGA: Rupiah Kembali Melemah di Perdagangan Awal Pekan, Ternyata Ini Penyebabnya...

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.483 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.493 per USD.

"Penguatan rupiah tidak lepas faktor eksternal, di mana minimnya katalis dalam negeri tidak banyak memberi pengaruh besar. Perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus mendapat reaksi beragam banyak kalangan pasar," ujar Nanang di Jakarta, Senin (26/7).

BACA JUGA: Kurs Rupiah Menguat 45 Poin Senin Pagi, Tetapi...

Menurut Nanang, investor terlihat mencermati dan selektif menentukan posisi mereka sembari melihat perkembangan terbaru mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, rapat kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), minggu ini hampir dipastikan tidak banyak berubah dalam hal penetapan suku bunga acuan.

BACA JUGA: Kurs Dolar AS Terjun Bebas, Enam Mata Uang Naik Daun

"Ditambah lagi pengetatan lainnya dari tapering pun akan menunggu bagaimana pandangan Jerome Powell dan anggota The Fed lainnya dalam menyikapi kondisi terkini," kata Nanang.

The Fed yang akan melakukan rapat kebijakan minggu ini akan dinanti pasar perihal pandangannya ke depan. The Fed diwanti-wanti agar tidak menjadi bank sentral yang telat melakukan pengetatan.

Beberapa bank sentral utama lainnya dalam waktu dekat siap melakukan tapering sebagai langkah awalnya, seperti Selandia Baru dan Kanada.

"Selain rapat The Fed minggu ini, market pun memperhatikan serangkaian data ekonomi AS di antaranya Consumer Confidence, GDP Q2 dan Core PCE Price Index, di mana data tersebut jadi bagian penting sebelum data ketenagakerjaan awal bulan depan," ujar Nanang.

Indeks USD saat ini berada di level 92,753, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,912.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,245 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,285 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.510 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.483 per USD hingga Rp 14.510 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler