Hasil Autopsi Ungkap Bayi yang Ditemukan Itu Banyak Luka Memar, Kaki Patah

Jumat, 01 April 2022 – 15:07 WIB
Kepala Satreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa. (ANTARA/Dhimas B.P.)

jpnn.com, MATARAM - Polresta Mataram mengungkap fakta mengejutkan hasil autopsi mayat janin diduga hasil aborsi dari pasangan KA laki-laki dan AT perempuan asal Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, banyak luka memar yang ditemukan pada janin berumur 19 minggu itu.

BACA JUGA: Berita Duka: AKP Zulkipli Hanafi Meninggal Dunia

Kemudian salah satu kaki janin patah.

“Bagian kepala bayi juga ada ditemukan luka memar, mengalami kekerasan benda-benda tumpul kayaknya itu,” ungkap Kadek Adi, Rabu (30/3).

BACA JUGA: Innalillahi, Tono Tewas Saat Mengebor Dinding

Seperti diketahui bahwa AT melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya di Cakranegara. Saat lagi buang air, terjadi kontraksi dan janinnya keluar.

AT yang kebingungan lantas menelepon taksi dan pergi ke Rumah Sakit Kota Mataram, karena ari-ari dan tali pusar masih menempel di rahim.

BACA JUGA: Terungkap, Beginilah Cara Ariani Listiani Bobol Rekening Nasabah, Oh Ternyata

Adanya luka memar tersebut dimungkinkan karena bayinya sempat jatuh. Berdasarkan pengakuan dari ibunya sendiri, bahwa tidak pernah melakukan kekerasan terhadap janin tersebut.

“Ibunya ini tidak mengakui bahwa telah melakukan kekerasan pada janinnya, tetapi berdasarkan hasil autopsi ditemukan luka memar pada janin,” tutur Kadek Adi.

Adapun langkah selanjutnya yang akan dilakukan ialah, terus mendalami kasus ini, baik terhadap AT yang kini masih dalam perawatan serta KA, pacarnya.

KA mengaku, terakhir kali berhubungan badan dengan pacarnya, AT pada November 2021. Pada akhir pekan lalu, KA diberi tahu oleh AT, bahwa dirinya hamil. KA sendiri mengaku siap bertanggung jawab.

Namun, setelah pertemuan itu, KA membelikan AT tiga biji obat dari temannya. Harga obat Rp 60 ribu per biji.

BACA JUGA: Jazni Tewas, Irjen Hendro: Kejar Pelakunya, Tangkap, Hidup atau Mati, Tak Peduli Saya

Selain mengamankan KA, polisi juga mengamankan teman-teman KA sebanyak tiga orang. Salah satunya bekerja di apotek, untuk identitasnya tidak disebutkan rinci, karena masih dilakukan pendalaman.(cr-sid)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler