Hasil Jambret Buat Pesta Miras

Selasa, 14 Agustus 2012 – 03:44 WIB
SORONG – Pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasaan alias jambret atas tiga tersangka, AW, AP dan Lo yang ditangkap Polsek Sorong Barat, hingga kemarin masih dalam proses penyelidikan. Ketiga tersangka masih dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan kasus tersebut.

Sesuai pengakuan tersangka AW (18) yang merupakan otak penjambretan, ia sudah lima kali beraksi di tempat yang berbeda. Satu diantaranya kasus penjambretan di Puncak Arfak. Dimana dalam aksinya itu, tersangka yang merupakan spesialis eksekutor atau penarik tas korbannya beraksi bersama AP (21) dalam hal ini bertindak sebagai joki (pengendara motor-red).

Perbuatan tersangka itu mengakibatkan korbanya, Asni Sidik (28) mengalami luka-luka, empat gigi korban rontok setelah terjatuh dari motornya. Korban yang mengalami lecet-lecet itu pun harus menjalani perawatan secara medis di RSUD Sorong atas kejadian sekitar pukul 13.00 Wit itu.

Menurut AW, usai melakukan penjambretan keduanya kabur kearah bundaran Tembok dan kembali kearah Rufei. Dari aksi tersebut, masing-masing mendapatkan bagian Rp 150 ribu dari uang korban di dalam tas. “Pas lewat kita lihat, langsung kita ikuti dan ambil tasnya,” kata AW, seraya menambahkan, ia sendiri mengaku kasihan melihat korban yang terjatuh dan mengalami patah gigi.

Saat ditanya bagaimana perasaanya melihat korban terluka - Tersangka hanya tertunduk diam. Lebih lanjut menurutnya, selain tempat kejadian perkara (TKP) di Puncak Arfak ia juga pernah melakukan penjambretan di empat lokasi lainya, yakni di Rufei, Kampung Baru dan sekitarnya. “Kita tidak pernah jambret diarah kilo. Lima kali kita lakukan di Kampung Baru saja,” ungkapnya.

Ia sendiri merupakan otak penjambretan yang menyeret kedua temanya turut menjadi pelaku jambret. Ia merupakan spesialis eksekutor lantaran tergolong ahli, sementara temanya menjadi joki. Dalam kelima aksinya itu, AW terkadang bersama AP dan terkadang bersama dengan Lo. Dimana saat aksinya bersama Lo di Puncak Kohoin Sabtu (11/8) sekitar pukul 09.00 Wit menjadi aksi terakhirnya sebelum ditangkap anggota Polsek Sorong Barat, meskipun kedua tersangka jambret yang tergolong nekat ini sempat berusaha kabur.

“Kita sama-sama, kumpul dan ide sama-sama tidak ada yang mengajak,” kata AP saat AW sempat mengatakan jika ide menjambret berawal dari ajakan temanya yang ditangkap anggota saat hendak menjenguk tersebut.

Meski mengaku tak pernah belajar cara menjambret, tetapi ketiga tersangka cukup lihai dalam beraksi. Sebelum mengeksekusi tas milik korbannya, terlebih dahulu,  mereka jalan-jalan keliling Kota Sorong. Biasanya mereka melacak dan mengamati calon korbanya, setelah dipastikan dapat dijambret barulah dibuntuti.

“Kita buntuti dari Yohan, sampai di Puncak pas sepi baru kita jambret,” ujarnya terkait dengan kejadian di puncak Arfak dan Kohoin.

Tak sempat mengingat sudah berapa penghasilan dari pekerjaanya menjambret selama ini, namun demikian dari setiap aksi jambret barang-barang milik korbannya dibagi rata. Terutama berupa uang tunai yang langsung dibagi rata. Hasil pendapatan itu pun digunakan untuk pesta miras dan membeli makanan.

“Kita pakai minum sama beli makan,”kata tersangka yang sudah putus sekolah ini. Ia pun pasrah dengan hukuman yang menantinya akibat perbuatanya tersebut.

Sementara itu menurut tersangka lainya, Lo, ia sudah beberapa kali melakukan penjambretan dan setiap aksinya selalu bersama dengan AW. Menurut pelajar SMA ini, ia selalu berperan sebagai joki saat partner jambret dengan AW. Demikian halnya dengan pengakuan AP, ketiganya merupakan kelompok jambret tersendiri yang bergantian saat beraksi. (reg)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik Pacaran, Dada Ditusuk

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler