Hasil Kelulusan PPPK Guru Cantumkan Nilai, Sesama Honorer Ribut, Ada Apa?

Sabtu, 09 Oktober 2021 – 09:32 WIB
Begini penampakan nilai kelulusan PPPK guru tahap I. Foto WhatsApp guru honorer

jpnn.com, JAKARTA - Pengumuman kelulusan PPPK guru tahap I oleh Kemendikbudristek pada 8 Oktober menimbulkan masalah. Pasalnya, nilai yang dicantumkan tidak menjabarkan hasil tes kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural dan wawancara.

Peserta hanya disodorkan nilai dan di bawahnya tertulis lulus atau tidak lulus. Karena yang dicantumkan nilai total, alhasil banyak guru honorer yang kebingungan.

BACA JUGA: Honorer K2 Dapat Tambahan Rp 500 Ribu, Bu Nur: Terima Kasih Pak Gub

Bahkan sesama guru honorer di satu sekolah induk ribut karena merasa paling layak lulus PPPK tahap I.

"Ini saya baru dapat pengaduan dari teman-teman guru honorer K2 di Jakarta yang usianya di atas 50 tahun. Mereka kalah sama guru honorer muda," ungkap Ketua Forum Honorer K2 DKI Jakarta Nur Baitih kepada JPNN.com, Sabtu (9/10).

BACA JUGA: Polisi Bergerak Menyita Dokumen Honor Pemakaman Covid-19 di BPBD Jember

Memang kata Nur, guru honorer muda itu mengajar di satu sekolah yang sama. Karena nilai yang tercantum hanya totalnya akhirnya antara guru honorer K2 dan guru muda jadi ribut.

Kondisi serupa dialami Atep Lesmana, guru honorer K2 di Jawa Barat Atep yang memiliki sertifikat pendidik dinyatakan tidak lulus.

BACA JUGA: Komisi X DPR Kecewa dengan Hasil Kelulusan PPPK Guru Tahap I, Ini 4 Alasannya

Dia kalah dengan temannya yang satu sekolah induk juga. Padahal nilai total Atep 711, sedangkan pesaingnya 513.

"Nilainya gelondongan begini bagaimana bisa tahu kenapa alasannya sampai saya tidak lulus," kritiknya.

Dudi Abdullah, guru honorer K2 beserdik di Kabupaten Garut juga harus kecewa karena dia tidak lulus. Padahal nilainya totalnya 707.

Dia tidak mengerti kenapa dia tidak lulus. Dudi memang melamar di sekolah lain karena sekolah induknya tidak ada formasi.

"Kalau nilai-nilainya dibuka kami jadi tahu kenapa tidak lulus. Kalau hanya nilai total dan diberikan personal malah menimbulkan kecurigaan," keluhnya.

Baik Dudi maupun Atep yang pernah ikut seleksi CPNS 2013 mengungkapkan kondisi ini seperti yang mereka alami delapan tahun lalu. Di mana kelulusan CPNS 2013 tanpa mencantumkan nilai, hanya nama dan keterangan lulus atau tidak.

"Kemendikbudristek memang sudah mencantumkan nilai tetapi enggak jelas angka-angkanya. Hanya total dan menimbulkan berbagai dugaan," pungkas Atep. (esy/jpnn)


Redaktur : Friederich
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler