Hasil Pleno Kukuhkan Sikap SDA tapi Sia-sia

Selasa, 22 April 2014 – 19:49 WIB
Ketum PPP Suryadharma Ali saat menggelar konpers di Kantor DPP PPP, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (22/4). Foto: Fathra N Islam/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) menyatakan Pleno Pengurus DPP PPP yang digelar tadi sore menyetujui sikap dan langkah politik yang telah dia lakukan.

Di antara sikap dan langkah politik itu adalah menghadiri kampanye nasional Partai Gerindra yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto. Kemudian, sikap SDA memberhentikan sejumlah fungisonaris partainya, seperti Suharso Manoarfa yang dicopot dari Waketum dan dipecat sebagai kader.

BACA JUGA: Politik Uang Dominasi Pelanggaran Pemilu

Begitu juga dengan empat Ketua DPW, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Saya juga sudah menjelaskan kenapa pemberhentian pada sejumlah fungsionaris dilakukan. Lalu mengapa Ketum cenderung pada Prabowo, sudah kami jelaskan (dalam Pleno)," ujar SDA sebelum dibacakannya Fatwa Majelis Syariah PPP yang mementahkan sikap politiknya itu, Selasa (22/4).

BACA JUGA: Fatwa Majelis Syariah PPP Mentahkan Dukungan SDA ke Prabowo

Bahkan, pria yang kini menjabat Menteri Agama RI itu juga mengklaim apa yang sudah dia lakukan berdampak positif di kalangan alim ulama, dan tokoh masyarakat. Hanya saja SDA tak menyebut semua hasil Pleno kecuali menyampaikan kesimpulannya rapat yang sengaja digelar tertutup itu.

"Tadi saya minta rapat pleno dalam keadaan tertutup. Agar keskisruhan di tubuh PPP tidak berlanjut. Dengan diktum tadi di atas, peserta pleno menerima kebijakan dan langkah politik yang dilakukan ketum Suryadharma Ali," katanya.

BACA JUGA: Gatot Bantah Otaki Pembunuhan Holy

Ditambahkan, salah satu keputusan pleno paling utama dan prioritas harus dilakukan adalah adanya islah antara kubunya dengan kubu Sekjen Romahurmuziy yang terlibat pertikaian.

"Saya mohon bantuan media, bahwa putusan pleno mengutamakan islah ini menjadi perhatian utama pula menyampaikannya pada publik. Mudah-mudahan apa yang telah diputuskan pleno jadi titik awal bagi PPP menuju islah hakiki tanpa ada perpecahan di sana sini. Perpecahan bagaimapaun tidak menguntungkan siapapun," tandasnya.

Nah, apa yang disampaikan SDA ini kemudian dimentahkan oleh fatwa Majelis Syariah PPP. Beberapa di antaranya soal koalisi maupun dukungan terhadap salah satu capres. Majelis Syariah menyatakan PPP belum menentukan sikap koalisi maupun dukugan capres-cawapres.

Padahal sebelumnya SDA terang-terangan sudah menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto.(fat/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... SDA-Romi Gelar Pertemuan Malam Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler