Hasil Riset, Moeldoko Layak Jadi Kandidat Presiden

Minggu, 17 Juli 2022 – 18:58 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil riset Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menyimpulkan Moeldoko layak menjadi kandidat presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dinilai layak secara kualitatif karena memiliki hampir semua kriteria yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Warganet Disebut Pegang Kunci Pemenangan di Pilpres 2024, Ini Alasannya

"Secara kualitatif Moeldoko memiliki hampir semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin nasional."

"Sebab itu, mantan panglima TNI itu secara kualitatif layak menjadi presiden," ujar Direktur Eksekutif LKP Usman Rachman dalam rilis yang diterima, Minggu (17/7).

BACA JUGA: Masih Subuh, Dua Elite Parpol Ini Bertemu, Gowes Bareng hingga Bahas Pilpres

LKP melakukan riset kualitatif secara periodik setiap empat bulan sekali dengan menetapkan 13 indikator sebagai acuan kelayakan apakah seorang tokoh layak menjadi Presiden RI 2024-2029 atau tidak.

Di antaranya latar belakang keluarga, prestasi belajar (pendidikan), pangkat kedinasan yang dicapai, aktivitas keorganisasian, jumlah penghargaan yang dicapai, tanggung jawab kerja, pemahaman empiris tugas, gagasan-gagasan besar, kontroversi dan lain-lain.

BACA JUGA: Giliran Warga Tuban Deklarasikan Dukungan Untuk Ganjar Maju di Pilpres

"Dari 13 indikator tersebut, Moeldoko mencapai nilai tertinggi dalam sembilan indikator. Unggul dari semua tokoh yang namanya selalu mewarnai survei kuantitatif," katanya.

Selain itu, Moeldoko disebut salah satu tokoh yang komitmen kebangsaannya sangat konsisten. Mulai dari isu-isu integritas teritorial, ancaman terorisme, radikalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), toleransi beragama, hingga masalah character building bangsa.

Moeldoko memiliki solusi yang dimata para pengamat selalu mengedepankan kepentingan nasional.

"Sebagai mantan panglima TNI, komitmen kebangsaan Moeldoko sudah tidak diragukan lagi. Dia tidak pernah berpikir dan bertindak sektarian," katanya.

Usman lebih lanjut mengatakan Moeldoko dalam kapasitasnya sebagai KSP selalu hadir dengan gagasan yang solutif atas berbagai isu nasional yang menjadi keprihatinan publik luas.

Mulai dari persoalan minyak goreng hingga masalah lapangan kerja.

"Dengan kata lain, Moeldoko sangat responsif terhadap isu-isu nasional yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak," katanya.

Menurut Usman, tokoh yang masuk papan atas rating survei kuantitatif bukan berarti secara kualitatif memenuhi kriteria sebagai pemimpin nasional.

Banyak tokoh memperoleh tingkat elektabilitas yang signifikan di papan survei karena kemampuannya memanfaatkan media sosial.

"Jadi, tidak ada salahnya selain menyandarkan pada riset kuantitatif (hasil survei), penentuan kandidat presiden juga mempertimbangkan aspek-aspek kualitatif," ucapnya.

LKP melakukan riset kualitatif pada 1-30 Juni 2022.

LKP memusatkan kajiannya pada rekam jejak dan dokumen narasi yang disampaikan Moeldoko melalui media cetak maupun online.

Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kajian dokumentasi dan observasi.

Pengolahan data rekam jejak dilakukan dengan perbandingan indikator-indikator acuan kelayakan calon presiden yang ditemukan secara empiris. (gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler