Hasil Riset: Penjualan Ponsel Pintar pada 2020 Terpukul, Bagaimana Tahun Ini?

Jumat, 05 Februari 2021 – 22:43 WIB
Ilustrasi ponsel spesifikasi tinggi harga murah. Foto: ridha/JPNN.com

jpnn.com - Perusahaan riset pasar, Gartner memperkirakan pertumbuhan 11,4 persen tahun-ke-tahun di pasar ponsel pintar global, dengan 1,5 miliar ponsel diprediksi terjual pada 2021.

Penjualan ponsel pintar terpukul dan mengalami penurunan 10,5 persen pada 2020 karena pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Sebelum Eksekusi Korban, Erfan Sempat Diajak Berhubungan Sesama Jenis

Namun, pada 2021 diperkirakan akan kembali ke level sebelumnya karena pasar kembali terbuka dengan ekspektasi tetinggi dari pasar yang sudah matang.

Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa permintaan pengguna untuk smartphone 5G akan meningkat tahun ini, dan akan mewakili 35 persen dari total penjualan smartphone pada 2021.

BACA JUGA: Penjualan Ponsel Secara Global Menurun 20 Persen

Menurut laporan Gartner, penjualan smartphone pada 2021 akan pulih dengan mencapai pertumbuhan 11 persen dibandingkan dengan penurunan 10,5 persen pada 2020 akibat pandemi COVID-19.

Laporan tersebut mengatakan bahwa pasar yang matang di Asia Pasifik, Eropa Barat dan Amerika Latin diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan terkuat antara tahun 2020 dan 2021.

BACA JUGA: Kudeta Militer di Myanmar, MUI Keluarkan Seruan

Jumlah total smartphone yang terjual secara global pada 2019 lebih dari 1,5 miliar (1.540.655.000). Pada 2020, jumlahnya turun menjadi lebih dari 1,3 miliar (1.378.719.000).

Gartner memprediksikan bahwa pada 2021, penjualan akan kembali meningkat menjadi 1,5 miliar (1.535.358.000).

"Pada 2020, pengeluaran konsumen untuk smartphone berkurang tetapi ketersediaan produk baru akan membuat pengguna meningkatkan permintaan yang signifikan pada 2021," kata direktur riset senior Gartner Anshul Gupta, dikutip dari laman Gadget 360, Jumat.

Perusahaan riset pasar itu juga mengatakan ketersediaan jaringan 5G yang terus meningkat, ditambah dengan variasi yang lebih tinggi dari smartphone 5G mulai dari 200 dolar (sekitar Rp2,8 juta) akan mendorong permintaan di pasar yang sudah matang dan di China."

"Kombinasi dari penggantian smartphone yang tertunda dan ketersediaan smartphone 5G kelas bawah siap untuk meningkatkan penjualan smartphone pada 2021," kata Gupta.

Permintaan smartphone 5G di negara berkembang diprediksi didorong oleh pembeli yang mencari smartphone dengan spesifikasi lebih baik dengan konektivitas 5G sebagai fitur opsional.

Gartner memperkirakan total 539 juta unit smartphone 5G akan terjual di seluruh dunia pada 2021, yang mewakili 35 persen dari total penjualan smartphone tahun ini.

Tahun 2019 mencatat penjualan 16 juta (16.705.000) smartphone 5G, yang meningkat menjadi 213 juta (213.260.000) unit pada 2020, menurut Gartner.

"5G kini menjadi fitur standar di smartphone premium, terutama di AS, China, Jepang, dan Korea Selatan. Didorong oleh model berbiaya rendah, adopsi sangat agresif di China, di mana pangsa smartphone 5G sedang dalam kecepatan mencapai 59,5 persen pada tahun 2021," ujar Gupta.

"Selain itu, smartphone 5G kelas bawah, yang menjadi lebih umum di luar China, siap untuk mendorong lebih banyak momentum. untuk smartphone 5G pada 2021 di semua wilayah," dia menambahkan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler