Hasto Sebut Rival PDIP di Pilkada Jatim Halalkan Segala Cara

Jumat, 05 Januari 2018 – 11:55 WIB
Hasto Kristiyanto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi kabar mundurnya Abdullah Azwar Anas dari kandidasi di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Hasto menegaskan bahwa partainya selalu mengambil keputusan secara saksama melalui pertimbangan matang.

Keputusan yang penuh pertimbangan matang secara ideologis itu juga berlaku dalam memilih pasangan calon kepala daerah. “Sekali keputusan politik diambil, partai kukuh dan konsisten atas keputusannya, sebab keputusan diambil berdasarkan prinsip sebagai partai yang menjabarkan ideologi Pancasila," kata Hasti dalam keterangannya, Jumat (5/1).

BACA JUGA: Elite PDIP Pahami Keputusan Anas Batal Dampingi Gus Ipul

Hasto menegaskan, ketika PDIP keputusan mengambil atas pertimbangan ideologis, maka pasangan calon yang diusung didedikasikan sepenuhnya untuk rakyat, bangsa dan negara. Karena itu pula PDIP mengusung duet Saifullah Yusuf-Azwar Anas untuk Pilgub Jatim.

Menurut Hasto, kedua figur itu lahir dari kultur Nahdatul Ulama. Keduanya juga memiliki kinerja yang baik dan membanggakan, serta berwawasan.

BACA JUGA: PDIP Lontarkan Kritik untuk Curhat Ala Partai Demokrat

Yang tak kalah penting, Gus Ipul -panggilan Saifullah- dan Anas juga sebagai representasi kepemimpinan profesional dengan akar dukungan rakyat yang sangat kuat. "Karena itulah PDI Perjuangan tidak pernah memiliki pemikiran sedikitpun untuk mengganti paslon tersebut," ungkap Hasto.

Hanya saja, katanya, dalam politik memang selalu ada pihak yang berupaya menerapkan asas menang-menangan termasuk menghalalkan segala cara. Praktik menghalalkan segala cara itu digunakan untuk mengikis calon-calon usungan PDIP yang berpotensi menang di pilkada.

BACA JUGA: Sindiran Demokrat Mengarah ke PDIP, Begini Reaksi Hasto

"Memang, ada kecenderungan menghalalkan segala cara. Mereka yang telah kami pilih, dan punya potensi menang, tentu saja secara sengaja dan sistematis dicoba diturunkan elektabilitasnya," paparnya.

Karena itu Hasto meminta kepada seluruh pasangan calon yang diusung PDIP untuk tetap teguh pada jalan kepemimpinan untuk rakyat. Dia menegaskan, PDIP membatalkan figur yang akan diusung di pilkada jika ada force majeure atau kondisi yang tak bisa dihindari.

Misalnya calon berhalangan tetap, atau mengundurkan diri karena tidak diijinkan oleh keluarga dekatnya. "Atau  karena kepentingan yang lebih besar sebelum batas akhir pendaftaran," pungkas Hasto.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengapa PDIP Batal Umumkan Nama Cagub Jateng? Oh, Ternyata


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler